RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Piala Presiden 2025 kembali menyajikan drama panas. Laga semifinal antara Oxford United vs Arema FC berakhir tidak hanya dengan skor telak 4-0.
Tapi juga meninggalkan insiden yang membuat publik sepak bola Indonesia heboh: tekel horor terhadap pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny hingga terpincang-pincang.
Momen tersebut terjadi tak lama setelah Ole mencetak gol untuk Oxford. Sayangnya, euforia gol itu langsung berubah jadi momen memilukan setelah ia harus ditarik keluar lapangan karena cedera usai menerima tekel keras dari bek Arema, Paulinho. Pemain bernomor punggung 11 itu akhirnya digantikan oleh Louie Sibley.
Insiden tersebut langsung menuai respons keras dari netizen, terutama suporter Timnas Indonesia, yang ramai-ramai mengecam gaya bermain keras Arema di laga pramusim itu.
Baca Juga: Oxford United Hajar Arema 4-0, Lolos ke Final Piala Presiden 2025 dengan Gagah
Ole Romeny Sempat Soroti Keputusan Wasit
Tak hanya publik yang bereaksi, Ole Romeny sendiri meluapkan kekesalan lewat unggahan singkat di Instagram Story.
"Tidak ada kartu merah? Ini lelucon," tulis Ole, menyindir keputusan wasit yang dianggap tidak memberikan hukuman setimpal pada pelaku tekel.
Unggahan itu pun menyebar luas dan memperkuat kecaman terhadap Arema FC, yang dianggap tampil terlalu keras dalam laga yang seharusnya mengutamakan sportivitas.
Namu, tak berselang lama, unggahan tersebut dihapus.
Baca Juga: Hasil Fase Grup Piala Presiden 2025: Jinakkan Singo Edan, Oxford United Hadapi Port FC di Final
Arema FC Tak Cari Alasan, Langsung Minta Maaf
Menariknya, Arema FC langsung mengambil langkah tegas dan dewasa. Tanpa banyak dalih, pelatih Arema, Marcos Santos, menyampaikan permintaan maaf resmi atas kejadian yang menimpa Ole.
“Saya sudah meminta maaf, Paulinho juga sudah meminta maaf,” ucap Marcos dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Jadi itu kondisinya, dia coba masuk. Paulinho siap dan Ole juga siap. Tapi karena sudah telanjur, dia terkena injakan,” imbuhnya.
Marcos juga menegaskan bahwa Arema tidak melihat insiden itu sebagai bentuk niat buruk, melainkan murni insiden permainan. Ia bahkan menyentil kritik dari publik yang langsung mengaitkan status Ole sebagai pemain Timnas.
“Bahwa suporter Timnas marah, kita lihat di dalam apa kejadiannya. Kami di dalam lapangan bisa menyelesaikan sendiri,” lanjut sang pelatih. (kam)
Editor : Hakam Alghivari