LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela gagal menjaga tren positif menang di kandang akibat ulah bodoh kipernya, Dwi Kuswanto. Wasit Wawan Rapiko memberikan tendangan penalti kepada Borneo FC yang dinilai controversial. Sehingga memaksa hasil imbang 2-2. Saat laga dilanjutkan baru beberapa detik, Wawan Rapiko meniup peluit panjang, padahal belum ada tambahan waktu. Hal itu menyulut amarah fans setia Persela.
Dua gol Persela dicetak strikernya, Alex Dos Santos Gonzalves menit 64 dan 70. Dua gol tersebut semakin mengukuhkan pemain asal Brasil itu dipuncak pencetak gol terbanyak dengan 10 gol.
Sedangkan gol Borneo FC dicetak Renan da Silva menit 19 dan Lerby Liandri menit 90+27.
Hingga berita ditulis, kondisi Stadion Surajaya masih ricuh akibat keputusan wasit tersebut.
Usai meladeni Borneo FC, Persela langsung bersiap menantang Perseru Badak Lampung FC, Sabtu (3/7) di Stadion Sumpah Pemuda Lampung. Fisik Penggawa Laskar Joko Tingkir bakal diuji. Karena Eky Taufik Febriyanto dkk hanya memiliki waktu recovery dan persiapan selama empat hari.
‘’Pemain kita sudah pernah menghadapi situasi seperti ini, jadi tidak ada masalah dengan jadwal yang mepet ini,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmady kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (29/7).
Seperti diketahui, mental Perseru Badak Lampung FC sedang terpuruk. Tim berkaus kebesaran merah itu puasa kemenangan di tujuh laga. Diantaranya takluk dari tamunya PSIS Semarang 0-1 (26/6), takluk dari tamunya Bali United 0-3 (30/6), ditahan imbang tamunya Barito Putera 3-3 (5/7), dan menahan imbang tuan rumah Persipura Jayapura (10/7).
Selanjutnya, Perseru Badak Lampung FC dibantai tuan rumah Arema FC 4-1 (16/7), ditahan imbang tamunya Borneo FC 1-1 (22/7), dan dibantai tuan rumah Madura United dengan skor 5-1 (27/7).
Yunan mengatakan, kondisi itu harus dimanfaatkan oleh penggawa Persela untuk bisa mencuri poin di kandang Perseru Badak Lampung FC.
‘’Ada banyak tim yang mampu mencuri poin di sana. Itu artinya kita juga memiliki kans seperti itu,’’ ujar pria yang juga Kabag Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.
Perseru Badak Lampung FC memiliki mental yang tak terlalu bagus ketika bermain di kandang sendiri. Namun, Perseru Badak Lampung FC memiliki waktu recovery dan persiapan lebih lama dibandingkan Persela. Itu yang harus diwaspadai skuad biru muda. ‘’Tentu jajaran pelatih kita memiliki cara untuk menyiasati kelelahan fisik dari pemain,’’ ucap pria kelahiran Pantura Lamongan tersebut.
Meski begitu, Yunan meminta penggawa Persela tidak memandang sebelah mata Perseru Badak Lampung FC. Sebab, setiap tim yang memiliki catatan buruk tanpa kemenangan, kapanpun bisa bangkit dengan motivasi yang berlipat. Itu pernah dialami Persela yang mengalami tujuh laga beruntun tanpa kemenangan. ‘’Justru kita harus mewaspadai kebangkitan mereka. Terpenting pemain kita tidak meremehkan,’’ pungkasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto