RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Laga Portugal kontra Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan paling dinanti. Selain menghadirkan duel dua raksasa Eropa, pertandingan ini juga berpotensi menjadi salah satu momen paling emosional dalam karier Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sendiri telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 merupakan turnamen terakhirnya. Artinya, duel melawan Spanyol bisa menjadi pertandingan terakhirnya bersama Portugal jika gagal meraih kemenangan.
Ronaldo Masih Menjadi Andalan Portugal
Meski telah berusia 41 tahun, Ronaldo masih menjadi ujung tombak Portugal.
Beberapa catatan statistiknya:
- 3 gol di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
- Berpeluang mencatatkan penampilan ke-233 bersama tim nasional Portugal.
- Menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional dengan lebih dari 140 gol untuk Portugal.
- Pemain pertama yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia.
Baca Juga: Messi Sudah Samai Rekor Gol Klose, Bisakah Ronaldo Menyusul?
Pengalaman menjadi nilai jual terbesar Ronaldo. Dalam pertandingan hidup-mati seperti babak gugur, ia berkali-kali menunjukkan kemampuan mencetak gol dari peluang yang sangat sedikit.
Tantangan Besar Bernama Spanyol
Namun, lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan.
Spanyol datang dengan performa yang sangat meyakinkan.
Beberapa data yang menjadi perhatian:
- Menang 3-0 atas Austria di babak sebelumnya.
- Belum kebobolan sepanjang turnamen.
- Memiliki lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Pedri.
- Mengandalkan kecepatan pemain muda seperti Lamine Yamal di sektor sayap.
Pelatih Spanyol bahkan menyatakan tetap menghormati Ronaldo, meski yakin barisan pertahanannya mampu meredam ancaman sang megabintang.
Statistik Portugal Juga Tidak Bisa Diremehkan
Portugal juga datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Kroasia.
Skuad asuhan Portugal masih memiliki sederet pemain kelas dunia seperti:
- Bruno Fernandes
- Rafael Leão
- Vitinha
- Nuno Mendes
Kehadiran mereka membuat Portugal tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Ronaldo. Sebaliknya, Ronaldo kini lebih berperan sebagai finisher yang memanfaatkan kreativitas rekan-rekannya.
Mampukah Ronaldo Menjadi Pembeda?
Jawabannya tentu saja masih sangat mungkin, tetapi peluangnya tidak sebesar ketika ia berada pada masa keemasannya.
Secara fisik, Ronaldo memang tidak lagi mampu menekan lawan selama 90 menit. Namun, insting mencetak golnya tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Dalam laga knockout, satu bola mati, sundulan, atau penalti saja bisa menjadi pembeda.
Masalah terbesar Portugal justru berada pada konsistensi permainan. Jika lini tengah gagal mengimbangi dominasi penguasaan bola Spanyol, Ronaldo kemungkinan akan kekurangan suplai bola di kotak penalti.
Sebaliknya, apabila Bruno Fernandes dan Vitinha mampu mengalirkan umpan-umpan vertikal secara efektif, Portugal memiliki peluang menciptakan kejutan.
Prediksi
Di atas kertas, Spanyol sedikit lebih diunggulkan karena performa mereka lebih stabil dan organisasi permainan yang sangat rapi.
Namun, pertandingan babak gugur hampir selalu ditentukan oleh detail-detail kecil. Portugal memiliki sosok yang sudah berkali-kali menentukan pertandingan besar sepanjang kariernya: Cristiano Ronaldo.
Apabila Ronaldo mampu memanfaatkan satu peluang emas yang datang, Portugal bisa saja mengakhiri dominasi Spanyol dan melaju ke perempat final. Namun jika Spanyol berhasil memutus aliran bola menuju sang kapten, peluang Portugal akan jauh lebih berat.
Prediksi skor: Portugal 1-2 Spanyol (90 menit), dengan kemungkinan laga berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko