Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Lokasi Pertandingan Piala Dunia 2026, Rumor Peserta Pengganti Kembali Berhembus Kencang

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 14 April 2026 | 16:23 WIB
(Dok. AFP)
(Dok. AFP)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Piala Dunia 2026 bakal tiba dalam hitungan bulan, namun konflik timur tengah masih menyelimuti gelaran pesta sepak bola tersebut. Sebagai peserta yang paling terpengaruh dalam konflik tersebut, Iran masih pesimis dapat berpartisipasi dalam turnamen edisi tahun ini.

Sebagai peserta Grup G, Iran dijadwalkan bakal sepenuhnya bermain di negara yang saat ini menyerang mereka, yakni Amerika Serikat. Team Melli (julukan Iran) dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Inglewood, Los Angeles, serta melawan Mesir di Seattle.

Dengan ketegangan yang terjadi di luar Amerika Serikat melalui konflik mereka dengan Iran, serta konflik dalam negeri dengan berbagai demonstrasi yang mengusulkan pemakzulan Presiden AS, Donald Trump, Iran melalui asosiasi sepak bola mereka, FFIRI meminta agar pertandingan mereka dipindah ke Meksiko. Sayangnya, nampaknya FIFA menolak permintaan tersebut.

“Pada akhirnya FIFA memutuskan bahwa pertandingan mereka tidak dapat dipindah dari jadwal semula. Alasan mereka, beban logistik yang bakal ditanggung dalam proses pemindahan terlalu besar,” jelas Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum pada Sabtu (12/4) sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera.

Sebelumnya Presiden FIFA, Gianni Infantino juga bersikeras agar Iran tetap dapat hadir di Piala Dunia 2026 sesuai jadwal. Hal tersebut ditegaskan setelah FIFA berunding langsung dengan FFIRI pada akhir Maret. Namun setidaknya, Infantino mengklaim dapat menjamin keselamatan dan kesejahteraan para pemain dan staf timnas.

Baca Juga: Negeri Terdampak Konflik Melawan AS dan Israel, Iran dan Irak Ragu Dapat Ikut Piala Dunia 2026

“Semua pertandingan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan. Kami ingin agar Iran dapat tampil di Piala Dunia tanpa terkecuali, dan tanpa rencana cadangan atau pengganti. Memang sulit dengan keadaan dunia saat ini, namun kami usahakan Iran dapat bermain dengan kondisi terbaik dalam Piala Dunia kali ini,” papar Infantino kala itu sebagaimana dikutip dari ESPN.

Pun demikian, kasak-kusuk mengenai kemungkinan mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 masih berhembus sangat kencang. Hal tersebut pertama kali diungkap oleh asisten pelatih Iran, Rene Meulensteen menjelang playoff antar benua pada awal April.

“Berkaca pada kedudukan di AFC, kami (Irak) menjadi negara dengan peringkat FIFA tertinggi saat ini, sehingga ada kemungkinan ditunjuk menggantikan Iran, dan kemudian FIFA mencari pengganti kami untuk babak playoff. Namun ada juga kabar bahwa FIFA bakal langsung menunjuk negara dengan peringkat tertinggi, dalam hal ini Italia,” jelas Meulensteen dalam wawancaranya bersama radio TalkSport.

Italia, melalui Menteri Olahraga mereka Andrea Abodi tidak menanggapi serius rumor tersebut, dan masih bersikap realistis setelah sebelumnya ditendang dari akhir babak playoff di tangan Bosnia-Herzegovina. “Ini kan masalah antar benua, sehingga saya rasa sulit terjadi kecuali ada konflik serupa di Eropa, jadi bahkan saya tidak berharap banyak,” jelas Abodi sebagaimana dikutip dari Football-Italia.

Sementara itu, jurnalis ESPN Luiz Carlos Largo mengklaim pada Selasa (14/4) bahwa FIFA akhirnya memiliki rencana jaga-jaga jika Iran akhirnya undur diri sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Yakni mengadakan playoff dadakan dengan melibatkan masing-masing dua negara dari benua Eropa dan Asia.

"FIFA sedang mempelajari kemungkinan menggelar playoff tambahan yang diikuti dua tim dari Eropa dan dua tim dari Asia, untuk berjaga-jaga seandaina timnas Iran mundur dari turnamen. Kemungkinan rencana ini masih berlaku setidaknya hingga tanggal 30 April mendatang," jelas Luiz melalui media sosial pribadinya.

Tentu jika hal ini terwujud, playoff dadakan tersebut bakal jadi kesempatan emas tidak hanya untuk Italia, namun juga berbagai negara lain seperti Polandia yang juga gagal lolos playoff zona Eropa, serta Uni Emirat Arab yang dikalahkan Irak untuk jatah playoff antar benua. Bahkan Indonesia juga punya kemungkinan untuk ikut serta dalam playoff dadakan tersebut, namun dengan adanya Oman yang sama-sama tidak lolos dan punya peringkat FIFA lebih tinggi, peluang tersebut nampak sangat kecil bagi skuad Garuda. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#irak #italia #playoff #piala dunia #indoneisa