RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sesuai tuntutan publik Italia, akhirnya mulai terjadi perubahan besar dalam tubuh asosiasi sepak bola Italia (FIGC) usai Gli Azzuri gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dua sosok petinggi badan sepak bola negara tersebut jadi korban pertama usai Italia dipaksa pulang oleh Bosnia-Herzegovina pada Rabu dinihari WIB (1/4).
Sebagai pengingat kembali, usai kekalahan tersebut plus konferensi pers pasca pertandingan yang diterima kurang baik, masyarakat Italia banyak menuntut Presiden FIGC, Gabriele Gravina untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan keesokan harinya, kantor FIGC mengalami perusakan oleh publik setempat, dengan dilempari telur plus pot bunga dipecah.
Menanggapi hal tersebut, FIGC menggelar rapat luar biasa pada Kamis malam. Hasilnya pada Jumat dinihari (3/4), Gravinia menyatakan mundur sebagai presiden.
“Pada rapat terbatas bersama direktur Serie A, B, C dan D, serta pemimpin asosiasi pesepakbola dan asosiasi pelatih, Gravinia menyatakan undur diri dari jabatan yang telah dipegang sejak Februari 2025. Yang bersangkutan juga telah menjadwalkan pemilihan presiden baru, yang akan berlangsung pada 22 Juni mendatang,” bunyi pernyataan resmi FIGC pada Jumat pagi sebagaimana dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Sedianya Gravinia juga menjadwalkan pertemuan terakhir pada pekan depan, yakni pada Rabu (8/4) untuk mengumpulkan laporan akhir pengembangan sepak bola Italia di masa jabatannya. Namun beberapa jam setelah rapat pengunduran diri, FIGC mengumumkan pembatalan rapat tersebut.
Tidak hanya Gravinia saja yang mengundurkan diri pada rapat tersebut. Tak lama setelah rapat pengunduran diri Gravinia selesai, giliran Ketua Delegasi Timnas Italia, Gianluigi Buffon ikut mundur dari jabatannya.
Buffon sendiri mengaku sudah berniat mundur tepat setelah kalah dari Bosnia. Namun dirinya diminta menunggu keadaan publik tenang lebih dulu sebelum memutuskan angkat koper.
“Saya dalam hati merasa harus segera undur diri setelah kalah dari Bosnia, namun saya sempat diminta pikir-pikir lagi. Sehingga dengan mundurnya Gravinia, saya juga akhirnya mantap memutuskan mundur, karena pada akhirnya kami gagal mencapai tujuan menuju Piala Dunia,” papar mantan kiper Juventus dan timnas Italia tersebut dalam pernyataan resmi pribadinya.
Dengan ini, komponen kepemimpinan timnas Italia tinggal menyisakan pelatih kepala mereka, Gennaro Gattuso, yang juga bsanter dikabarkan meninggalkan jabatannya. Baik Gattuso maupun Buffon sedianya bakal memimpin timnas Italia hingga Juli mendatang setelah Piala Dunia 2026 berakhir, namun karena kini mereka semua harus menonton pertandingan dari rumah, banyak yang memperkirakan Gattuso juga bakal ikut angkat koper. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana