RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Problematika akuisisi PSIS Semarang merembet ke arah timur, meskipun proses pindah tangan telah selesai pada Senin (17/11) lalu. Hal tersebut tak lepas dari status teknis pemilik baru mereka, Datu Nova Fatmawati di dunia sepak bola.
Tentu, secara kasat mata Datu merupakan wajah baru di sepak bola Indonesia. Namun wanita yang kini resmi menjadi pemilik saham mayoritas Laskar Mahesa Jenar tersebut juga dikenal sebagai istri dari Manajer Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal.
Sehingga elemen suporter Persela, utamanya LA Mania dan Curva Boys 1967 mengkhawatirkan terjadinya konflik kepentingan dalam keluarga tersebut. Terlebih, tidak hanya sama-sama berada di Liga Championship, saat ini kedua klub sama-sama tergabung di Grup Timur, meskipun posisi kedua klub di klasemen sementara terpaut bak bumi dan langit.
Tadinya, sepanjang pekan ini Fariz menegaskan bahwa kepemilikan PSIS oleh Datu tidak akan mengganggu komitmennya terhadap Laskar Joko Tingkir, baik di media sosial miliknya maupun secara langsung. Pun demikian, suara miring yang mempertanyakan komitmen tersebut masih mengalir hingga sekarang.
Puncaknya, sebagaimana dilaporkan oleh Jawa Pos Radar Lamongan, para elemen suporter menolak bertemu dan berunding bersama pria yang juga warga asli Lamongan tersebut pada Kamis malam (20/11). Esok harinya (21/11), Fariz melalui media sosial pribadinya menyatakan mundur dari kursi manajer dan presiden klub.
“Saya pamit undur diri dari Persela Lamongan. Kalau ada salah atau kurang nya saya dalam mengurus tim ini baik lisan maupun tulisan saya meminta maaf kepada para suporter dan masyarakat Lamongan,” ujar Fariz melalui media sosial pribadinya.
Fariz juga membenarkan bahwa tuntutan dan kritik dari suporter menjadi salah satu alasan utama dirinya meninggalkan klub yang sudah empat musim ditata olehnya. “Di saat kepercayaan itu sudah tidak lagi ada untuk saya beserta keluarga, saya siap menyerahkan tongkat kepengurusan klub ini selanjutnya kepada yang lebih siap dari saya,” ungkapnya.
Mundurnya Fariz dinyatakan dua hari sebelum Persela menghadapi Persiku Kudus pada Minggu (23/11) di Stadion Wergu Wetan Kudus. Selain itu, mundurnya Fariz juga bertepatan empat hari setelah pertandingan pertama Datu sebagai owner PSIS, yakni saat menjamu Persipura Jayapura di Stadion Jatidiri Semarang (18/11). Sayang, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan 0-4.
PSIS sendiri berpeluang mendapat tiga poin gratis dalam lawatan melawan Persiba Balikpapan, juga pada hari Minggu. Pasalnya panitia pelaksana pertandingan setempat mengancam boikot, buntut mampetnya gaji mereka dari manajemen Persiba. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana