RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan didepaknya Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia, praktis kini skuad Garuda tidak memiliki pemimpin di pinggir lapangan. Selain itu, kursi asisten pelatih dan pelatih tingkat U-20 dan U-23 juga ikut kosong.
Pemecatan Kluivert sendiri terjadi di tengah gelombang pemecatan berbagai pelatih sepak bola di seluruh dunia, sehingga momen kebetulan ini menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan kesempatan baru bagi para pelatih-pelatih tersebut. Selain itu banyak pula pelatih-pelatih yang telah cukup lama menganggur, baik di tingkat klub maupun tim nasional.
Sebagai pengingat kembali, posisi Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U-17 masih aman, terlebih para Garuda muda bakal bertanding di Piala Dunia U-17 bulan depan. Sementara untuk saat ini, Indra Sjafri menjabat sebagai timnas U-23 jelang SEA Games 2025.
Jadi siapa saja yang dapat jadi pertimbangan sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia? Ini dia beberapa diantaranya:
-
Shin Tae-Yong
Secara logis opsi ini salah satu yang paling realistis. Selain pernah menangani Timnas Indonesia, STY juga membangun pondasi Timnas saat ini sebelum digantikan oleh Patrick Kluivert.
Sepeninggal petualangannya di Indonesia, STY pulang kampung dan kembali ke tingkat klub dan menangani juara bertahan K-League musim lalu, Ulsan HD yang memiliki kondisi yang serupa dengan Timnas Indonesia. Sebelum Shin bergabung, pendahulunya, Kim Pang-Gon gagal memertahankan catatan apiknya, bahkan Ulsan jatuh hingga ke papan tengah.
Namun berbeda dengan karirnya di Timnas Indonesia, STY tak mampu mengobati problematika Ulsan HD, bahkan kini mereka terjun payung ke zona degradasi. Sehingga pada awal Oktober lalu, STY resmi diputus kontraknya oleh klub tersebut.
-
Bernardo Tavares
Meskipun belum pernah melatih tim nasional, pelatih asal Portugal ini sudah kenyang pengalaman sepak bola, baik di dalam maupun di luar Asia. Bernardo baru-baru ini menyatakan mundur sebagai pelatih PSM Makassar karena tunggakan gaji yang tak kunjung dibayar.
Bernardo sudah tiga tahun berada di Indonesia, sehingga tentu akrab dengan iklim persaingan dan talenta dalam negeri plus tingkat Asia. Selain PSM, Bernardo pernah menjadi pelatih di Qatar, Oman, Maladewa, Makau, dan India.
-
Jesus Casas
Jesus juga jadi salah satu korban babak kualifikasi Piala Dunia 2026, setelah gagal mengantar Irak lolos secara langsung ke Amerika Serikat. Posisinya telah digantikan oleh eks pelatih Australia, Graham Arnlod.
Casas sendiri merupakan salah satu pelatih yang tergolong baru di dunia sepak bola, setelah sebelumnya selalu menjabat sebagai asisten pelatih dan pemandu bakat di tingkat klub dan nasional. Menjadi pelatih Irak merupakan pekerjaan pertamanya sebagai pelatih kepala senior.
Namun soal pengalaman, Casas punya catatan mentereng sebagai mantan asisten pelatih Timnas Spanyol dan Watford. Selain itu, semasa muda dirinya juga menjadi pemandu bakat Cadiz dan Barcelona.
-
Timur Kapadze
Timur sejatinya masih aktif menangani Timnas Uzbekistan, plus Uzbekistan U-23. Namun di tingkat senior, kini dirinya turun pangkat menjadi asisten pelatih seiring kedatangan Fabio Cannavaro pada minggu lalu (6/10).
Sebagai pelatih yang sering berhadapan dengan Timnas Indonesia di era STY, Timur tentu sudah hafal dengan isi kekuatan skuad Garuda. Terlebih Timur merupakan pelatih yang memimpin Uzbekistan mencuri tiket Olimpiade 2024 dari Indonesia tahun lalu.
Seumur hidupnya, Timur belum pernah sekalipun keluar dari Uzbekistan, baik di tingkat timnas maupun klub. Namun santer dikabarkan Timur punya ketertarikan untuk mencicipi tantangan baru di Indonesia melalui media sosial.
-
Giovanni van Bronckhorst
Mantan penggawa Timnas Belanda ini sangat akrab di benak masyarakat Indonesia, terlebih dengan statusnya sebagai pemain keturunan Maluku. Sebagai pengingat, saat ini pemandu bakat Timnas Indonesia juga merupakan warga Belanda keturunan Maluku, yakni Simon Tahamata.
Pria yang akrab disapa Gio ini belum pernah mencicip karir kepelatihan di tingkat tim nasional, namun sudah banyak asam garam di tingkat atas sepak bola Eropa, dengan catatan berkarir di Feyenoord Rotterdam, Glasgow Rangers dan Besiktas. Selain itu, dirinya pernah mencicipi sepak bola Asia sejenak, saat melatih Guangzhou City selama semusim.
Namun mungkin PSSI bakal perlu banyak penawaran agar dapat menarik Gio ke Indonesia. Pasalnya, mulai musim ini, Gio menjabat sebagai asisten Arne Slot di Liverpool.
-
Roberto Mancini
Mungkin sekilas agak kurang mungkin untuk menarik pelatih sekaliber Roberto Mancini, namun kesempatan ada di depan mata jika Erick Thohir dan jajaran exco berminat. Sejak digantikan Herve Renard tahun lalu, Mancini belum menerima pekerjaan lagi sebagai pelatih.
Tentu kualitas Roberto tidak perlu dipertanyakan lagi, dengan koleksi trofi juara Liga Italia bersama Inter Milan, dan Liga Inggris bersama Manchester City di lemarinya. Selain itu, Erick juga tentunya akrab dengan Mancini semasa dirinya menjadi pemilik Inter Milan.
Namun Erick juga yang memutuskan untuk mengganti Mancini dengan Frank de Boer pada 2016 silam. Sehingga mungkin Erick perlu penawaran menarik, plus permintaan maaf untuk dapat menarik minat pelatih asal Italia ini.
-
Luis Milla
Luis Milla sudah sangat akrab dengan Indonesia, dengan menempuh karir sebagai pelatih Persib Bandung yang menjadikannya salah satu pelatih favorit publik sepak bola Indonesia. Meskipun kini dirinya sudah agak lama digantikan oleh Bojan Hodak di Bandung, Luis masih sering mencuat di berbagai bursa pelatih di Indonesia.
Luis sendiri pertama kali datang sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2017 silam. Hanya saja periode pertamanya di Indonesia hanya berlangsung setahun, namun Milla juga turut membentuk pondasi Timnas Indonesia era modern dengan turut melatih Timnas U-23.
Sedianya Milla mengajukan diri kembali sebagai pelatih Timnas pada seleksi pelatih 2019 silam. Hanya saja, akhirnya PSSI menunjuk Shin Tae-Yong sebagai pengganti dirinya.
Tentu, masih banyak calon-calon pelatih lain yang dapat dipertimbangkan, termasuk nama-nama kesohor seperti Erik Ten Hag, plus sesama pelatih tingkat timnas yang baru dipecat seperti Jon Dahl Tomasson. Namun berkaca pada pengalaman melatih di Asia dan koneksi dengan Indonesia, tujuh pelatih tersebut dianggap memiliki peluang besar menjadi pemimpin baru skuad Garuda. Tapi pada akhirnya, keputusan akhir tetap ada di tangan Erick Thohir dan jajaran petinggi PSSI. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana