RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, kembali melontarkan komentar tajam usai menyoroti arah baru tim pelatih timnas Indonesia pasca kepergian Patrick Kluivert.
Kali ini, ia menyinggung soal keberhasilan pelatih asing di kawasan Timur Tengah yang mampu membawa timnya melaju jauh tanpa kendala bahasa, sebuah sindiran halus bagi pihak-pihak yang dulu meremehkan kemampuan komunikasi pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Dalam pernyataannya, Bung Harpa mengingatkan agar federasi tak terburu-buru menilai pelatih hanya dari faktor bahasa atau gaya komunikasi. Ia mencontohkan dua pelatih top, Herve Renard bersama Arab Saudi dan Graham Arnold yang kini menangani Irak. Keduanya, kata Bung Harpa, sama-sama bukan penutur bahasa lokal, namun sukses mengantar tim asuhannya menembus level tertinggi kompetisi internasional.
“Sekali lagi, berkaca dari keberhasilan tim-tim di Timur Tengah. Dan ingat, dua-duanya ini (Graham Arnold dan Herve Renard) tidak bisa bahasa lokal, bahasa Arab, ya. Jadi nggak usah mengada-ada dalam memilih pelatih. Pilih yang wajar-wajar saja, yang objektif,” ujarnya dalam tayangan di kanal YouTube miliknya.
Pernyataan tersebut secara tidak langsung menyinggung isu lama yang sempat mengiringi pemecatan Shin Tae-yong pada Januari 2025 lalu.
Saat itu, sebagian kalangan menilai kendala bahasa menjadi faktor utama sulitnya komunikasi antara pelatih asal Korea Selatan itu dengan pemain timnas.
Namun, banyak pula pihak yang menilai alasan tersebut terlalu mengada-ada dan tidak relevan dengan pencapaian STY yang sempat membawa timnas menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sindiran Bung Harpa kini menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter. Ia dianggap menyuarakan kritik yang rasional di tengah wacana pencarian pelatih baru bagi tim Garuda.
Dengan mengangkat contoh pelatih sukses dunia yang tidak fasih berbahasa lokal, Bung Harpa seolah menegaskan bahwa kompetensi dan visi sepak bola jauh lebih penting daripada urusan linguistik. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari