Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Marc Marquez dan Mandalika: Fakta di Balik Rekor Gagal Finish Sang Juara Dunia, Kutukan?

Hakam Alghivari • Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:43 WIB
Marc Marquez.
Marc Marquez.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Sejak MotoGP kembali ke Indonesia pada 2022, satu fakta unik terus berulang: Marc Marquez belum pernah menyelesaikan balapan utama di Sirkuit Mandalika. Hal yang jadi mitos tersebut berlanjut di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10) siang. Baby alien itu mengalami crash di lap pertama.

Empat musim berturut-turut, pembalap delapan kali juara dunia itu selalu gagal menyentuh garis finis—entah karena kecelakaan, cedera, atau gangguan teknis. Pola ini menjadikan Mandalika seolah menjadi “luka lama” bagi sang legenda Spanyol.

2022: Awal Kutukan Mandalika

MotoGP Indonesia 2022 menjadi momentum besar bagi dunia balap tanah air. Namun bagi Márquez, akhir pekan itu berakhir tragis.

Dalam sesi warm-up menjelang race utama, pembalap Repsol Honda itu mengalami kecelakaan highside keras di Tikungan 7. Ia terlempar tinggi dan mendarat dengan keras, menyebabkan gegar otak serta kambuhnya gangguan penglihatan ganda (diplopia).

Tim medis MotoGP kemudian menyatakan Márquez tidak fit untuk membalap, dan ia harus kembali ke Spanyol untuk menjalani perawatan. Reuters dan MotoGP.com mencatat insiden tersebut sebagai salah satu kecelakaan paling dramatis musim itu.

2023: Nasib Tak Berubah

Setahun kemudian, Márquez kembali ke Mandalika dengan tekad menebus kegagalan. Namun nasib berkata lain.

Mengendarai motor Honda yang masih kesulitan bersaing, Márquez terjatuh di lap awal balapan utama setelah kehilangan kendali di Tikungan 13. Ia gagal melanjutkan lomba dan kembali mencatat DNF (Did Not Finish).

Crash.net melaporkan bahwa pada akhir pekan itu, Márquez juga gagal finis di Sprint Race, membuatnya dua kali jatuh dalam dua hari—rekor yang menegaskan betapa sulitnya Mandalika bagi dirinya.

2024: Ada Harapan, Tapi Mesin Berkata Lain

Peralihan ke tim Gresini Ducati pada 2024 sempat membuka bab baru. Márquez tampil cepat sejak sesi latihan dan meraih podium kedua di Sprint Race, di belakang Jorge Martín.

Namun di balapan utama, motor Ducati Desmosedici GP23 miliknya mengalami gangguan teknis di pertengahan lomba. Asap tipis terlihat keluar dari knalpot belakang, dan Márquez harus menepi ke pinggir lintasan. MotoGP.com menuliskan bahwa gangguan tersebut disebabkan masalah sistem elektronik yang memutus suplai bahan bakar.

Sekali lagi, Márquez gagal finis di race utama—meski kali ini bukan karena kesalahan sendiri.

Baca Juga: Hasil MotoGP GP Indonesia 2025: Bezzecchi-Marquez Tersungkur Lebih Awal, Fermin Aldeguer Raih Kemenangan Pertama di Mandalika

2025: Kecelakaan di Lap Pertama

Musim 2025 seharusnya menjadi kesempatan memperbaiki catatan buruk itu. Namun GP Indonesia tahun ini justru menambah daftar panjang kegagalannya.

Pada lap pertama, Márquez terlibat kontak dengan Marco Bezzecchi di tikungan awal dan kehilangan keseimbangan. Ia terguling ke gravel dan tidak dapat melanjutkan balapan.
Reuters melaporkan, pembalap Gresini Ducati itu diduga mengalami patah tulang selangka kiri dan langsung dilarikan ke pusat medis sebelum diterbangkan ke Madrid untuk pemeriksaan lanjutan.

Balapan kemudian dimenangkan oleh Fermin Aldeguer, sementara Márquez kembali menambah satu DNF di Mandalika.

Pola yang Berulang

Empat musim, empat penyebab berbeda:

Kendati berbeda penyebab, semuanya berujung pada hasil yang sama: gagal finis. Sejumlah analis MotoGP menilai Sirkuit Mandalika memang menjadi salah satu lintasan paling menantang di kalender.

Kombinasi tikungan cepat, elevasi menanjak-turun, serta suhu lintasan yang tinggi membuat pembalap mudah kehilangan cengkeraman—terutama di lap-lap awal ketika ban belum mencapai suhu ideal. Situasi itu menuntut gaya berkendara yang sangat presisi, dan kesalahan kecil bisa berujung fatal.

Kondisi Fisik yang Belum Pulih Sepenuhnya

Selain faktor teknis, kondisi fisik Márquez turut memengaruhi performanya.
Sejak kecelakaan berat di Jerez pada 2020, ia menjalani serangkaian operasi pada lengan dan bahu. Cedera berulang membuat daya tahan tubuhnya menurun, terutama ketika menghadapi lintasan ekstrem seperti Mandalika.

Dengan insiden 2025 yang diduga menyebabkan patah tulang selangka, Márquez kini menghadapi ancaman absennya beberapa seri ke depan—hal yang kembali menguji ketahanan mental sang juara.

Fakta dan Data

Berikut rekap performa Marc Márquez di GP Indonesia sejak 2022:

Tahun Tim Sprint Race Balapan Utama Hasil Akhir
2022 Repsol Honda Tidak start (cedera) DNF
2023 Repsol Honda DNF Crash – DNF DNF
2024 Gresini Ducati P2 (Podium) Masalah teknis – DNF DNF
2025 Gresini Ducati Crash – DNF DNF

Dari empat edisi GP Indonesia, Márquez belum sekalipun menyelesaikan race utama. Satu-satunya hasil positif hanyalah podium Sprint Race tahun 2024.

Apakah Mandalika Benar-Benar “Kutukan”?

Secara statistik, tidak ada faktor mistis di balik rentetan kegagalan itu. Namun secara psikologis, kegagalan berulang di tempat yang sama dapat menciptakan beban tersendiri bagi pembalap.
Setiap kali kalender MotoGP merilis jadwal ke Indonesia, publik seolah menunggu satu pertanyaan: “Apakah Márquez akhirnya bisa finis di Mandalika?”

Meski demikian, banyak analis percaya Márquez masih memiliki peluang untuk menghapus catatan buruk tersebut. Dengan pemulihan fisik yang tuntas dan motor yang lebih stabil, peluang itu tetap terbuka—terutama jika pengalaman pahit empat musim terakhir dijadikan pelajaran berharga.

Empat tahun, empat insiden, nol finis. Catatan itu membuat GP Indonesia menjadi salah satu episode paling kompleks dalam karier Marc Márquez. Dari kecelakaan keras, cedera, hingga kerusakan mesin, semuanya pernah dialaminya di sirkuit yang sama.

Namun seperti yang dikenal publik, Márquez adalah simbol kegigihan. Suatu hari nanti, ketika lagu kebangsaan Spanyol berkumandang di podium Mandalika, publik Indonesia berharap nama Marc Márquez akhirnya tercantum di sana — bukan lagi sebagai korban “kutukan”, melainkan sebagai pemenang sejati. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#GP Indonesia #Crash #2025 #marc marquez #sirkuit mandalika