RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabar absennya Emil Audero menjadi pukulan besar bagi timnas Indonesia jelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak.
Pelatih Patrick Kluivert memastikan sang penjaga gawang tidak dapat bergabung karena kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk tampil di dua laga penting tersebut. Kabar ini disampaikan langsung Kluivert melalui kanal YouTube resmi Timnas Indonesia pada Jumat (3/10/2025).
“Hari ini saya mendapat telepon dari Emil. Dia telah menjalani MRI dan dia mengonfirmasi bahwa sayangnya dia tidak bisa bergabung dengan kita di ronde empat melawan Arab Saudi dan Irak,” ujar Kluivert dalam keterangannya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa tim Garuda harus kembali menata strategi di sektor penjaga gawang.
Pelatih asal Belanda tersebut tak menutupi rasa kecewanya. Bagi Kluivert, kehilangan Emil bukan sekadar kehilangan sosok pemain, tetapi kehilangan figur penting di lini pertahanan.
“Itu pukulan besar, karena dari sudut pandang saya, dia adalah penjaga gawang pada level yang sangat bagus. Tentu saja, bersama kami di pertandingan terakhir, dia tampil sangat baik,” sambungnya.
Emil saat ini berseragam Cremonese di Serie A Italia, dengan status pinjaman dari Como 1907, yang juga berkompetisi di kasta tertinggi musim ini.
Sejak bergabung, Emil menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Cremonese. Performanya stabil dan berpengaruh besar terhadap hasil tim. Dengan pengalaman panjang di Italia, termasuk bersama Sampdoria dan Juventus di masa lalu, Emil kini menjelma sebagai kiper matang dengan mentalitas tangguh.
Secara statistik, performa Emil musim ini tergolong impresif. Berdasarkan data FotMob, ia mencatat rata-rata lima penyelamatan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 87 persen.
Catatan itu menempatkannya di antara kiper paling efisien di Serie A. Emil juga hanya kebobolan 0,75 gol per laga, serta mencatat clean sheet di separuh pertandingan yang dijalaninya. Angka-angka tersebut mencerminkan kestabilan tinggi dan kemampuan menjaga fokus selama 90 menit penuh.
Namun di balik data tersebut, kualitas Emil tak hanya terlihat dari penyelamatan. Ia dikenal memiliki refleks cepat, posisi tubuh ideal, dan kemampuan membaca arah bola yang cermat. Dalam situasi berbahaya, Emil kerap tampil tenang, tidak gegabah, dan selalu menjadi pengambil keputusan terakhir yang penuh keyakinan. Gaya bermainnya yang kalem namun efisien memberikan rasa aman bagi barisan belakang timnya.
Ketenangan Emil juga terlihat dalam kemampuan distribusi bolanya. Ia mampu membangun serangan dari lini paling belakang dengan akurasi umpan yang baik. Dalam banyak laga bersama Cremonese, Emil sering memulai transisi serangan cepat lewat umpan panjang yang terukur. Keunggulan inilah yang membuatnya bukan sekadar kiper pelindung gawang, melainkan juga bagian integral dari pola permainan modern.
Absennya pemain keturunan Mataram itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Kluivert dan staf pelatih timnas Indonesia. Sosok pengganti di bawah mistar harus mampu menjaga kestabilan serta menghadirkan rasa percaya diri bagi rekan setimnya. Sebab, sulit menemukan figur lain yang memiliki kombinasi refleks tajam, disiplin taktik, dan pengalaman di kompetisi sekelas Serie A seperti yang dimiliki Emil Audero. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari