RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Marselino Ferdinan memastikan diri tetap bermain di tanah Eropa setelah resmi dipinjamkan oleh Oxford United ke klub asal Slovakia, AS Trencin pada Sabtu malam (6/9). Meskipun menjadi rumah baru baginya, penggawa Timnas Indonesia asal Surabaya tersebut mengaku tahu sedikit soal liga sepak bola negara tersebut.
“Saya sudah mendengar banyak soal Liga Slovakia, karena teman saya Witan juga pernah bermain di Trencin. Saya percaya Liga Slovakia merupakan liga berkualitas yang cocok untuk saya. Sejauh ini klub yang saya hafal dari Slovakia ada Trencin, (Slovan) Bratislava dan (Spartak) Trnava,” jelas Marselino dalam rilis resmi klub.
Pria yang akrab disapa Marceng tersebut tidak salah, Witan Sulaeman dulu pernah berkarir di Liga 1 Slovakia, bahkan juga di AS Trencin. Tidak hanya Witan, Egy Maulana Vikri juga pernah mencatatkan jam terbang di negara yang terletak di wilayah tengah Eropa tersebut.
Sebagai catatan samping, Trencin terletak di dekat perbatasan antara Slovakia dan Republik Ceko. AS Trencin lahir tepat setelah Slovakia memisahkan diri dari Uni Soviet pada 1990, namun baru mengadopsi nama tersebut pada 2003 silam.
Witan dan Egy sama-sama menginjakkan kaki pertama kali di Slovakia pada musim 2021/2022, sama-sama angkat koper dari Lechia Gdansk di Liga Polandia menuju ke FK Senica. Namun jelang akhir musim 2022, keduanya memutus kontrak lebih awal karena FK Senica mengalami kebangkrutan.
Bahkan Witan mengaku gajinya ditunggak oleh klub tersebut sebelum keluar. Saat ini akibat kebangkrutan tersebut, FK Senica harus mengulang langkah dari divisi ketiga sebagai klub amatir.
“Manajemen menekankan kepada kami bahwa kami harus melanjutkan liga dan kompetisi. Kami diminta untuk bermain 100 persen. Namun, kami menentangnya. Kami marah, tetapi kami tahu harus bermain dan tanpa uang," beber Witan saat itu kepada media nasional Slovakia pada 2022.
Menurut catatan Transfermarkt, selama membela panji FK Senica di akhir hayat klub tersebut, Egy lebih sering tampil ketimbang Witan, namun keduanya rajin merumput.
Total Egy tampil dalam 20 laga Liga 1 Slovakia dan 6 laga Piala Slovakia, dengan catatan waktu bermain 1.426 menit, dua gol dan empat assist. Sementara Witan tampil dalam delapan laga liga dan empat laga Piala Slovakia, dengan total waktu bermain 878 menit, empat gol dan satu assist.
Setelah menyelamatkan diri dari runtuhnya FK Senica, keduanya memilih tetap berada di Slovakia, namun menempuh jalan yang berbeda. Witan bergabung dengan AS Trencin, sementara Egy bergabung dengan FC ViOn Zlate Moravce, yang berarti mereka terpisah kurang lebih 155 km, meskipun masih berada di kasta yang sama.
Sebagai catatan samping, nama ViOn berasal dari pendiri klub tersebut, seorang pengusaha olahraga bernama Viliam Ondrejka. Viliam dan klub yang didirikannya berasal dari kota Zlate Moravce, tepat di tengah negara Slovakia.
Baik Egy maupun Witan mengalami penurunan jam terbang di klub masing-masing, namun juga tidak terlalu sering mengahngatkan bangku cadangan selama setahun di masing-masing klub.
Bersama Trencin, Witan bermain di 10 laga Liga 1 Slovakia, plus 4 laga Piala Slovakia. Total Witan mencatatkan waktu bermain sebanyak 458 menit, dengan empat gol dan satu assist.
Sementara di FC ViOn, Egy hanya bermain enam kali di tingkat liga, plus empat laga Liga Slovakia. Berbeda dengan Witan yang masih moncer, Egy hanya mencetak satu assist selama 399 menit bermain.
Akhirnya Egy dan Witan hanya bermain setengah musim di masing-masing klub, dan pulang ke Indonesia di awal 2023. Egy diboyong oleh Dewa United, sementara Witan bergabung bersama Persija Jakarta.
Sebagai komparasi, Marceng hanya bermain dalam tujuh pertandingan Challenger Pro League (Divisi 2 Liga Belgia) saat membela KMSK Deinze, dengan total waktu bermain 134 menit dan satu gol. Kemudian sama seperti Witan dan Egy sebelumnya, Marceng terpaksa meninggalkan Deinze karena klub tersebut juga dinyatakan bangkrut.
Statistik Marselino bersama Oxford United malah lebih mengenaskan lagi. Setahun bermain bersama mereka, Marceng hanya merumput 14 menit, 1 menit diantaranya di FA Cup. Bahkan dirinya tidak diturunkan saat menjalani turnamen Piala Presiden lalu.
Uniknya sebelum Marselino bergabung dengan AS Trencin, mereka hampir terdegradasi dari Liga 1 Slovakia musim lalu. AS Trencin berhasil menyelamatkan diri dan bertahan di kasta teratas setelah memenangkan duel playoff degradasi dengan FC ViOn, yang kini berada di divisi kedua. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana