RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kalender kejuaraan reli dunia (WRC) untuk musim 2026 telah diumumkan sebelum gelaran Reli Finlandia pada akhir Juli lalu (31/7). Yang mengejutkan, tidak ada satupun calon atau kandidat venue reli baru yang masuk ke dalam kalender 2026.
Amerika Serikat yang digadang-gadang bakal menjadi unggulan utama, karena telah menggelar uji coba melalui Reli Tenessee, ternyata tidak masuk dalam kalender musim depan. Pun demikian dengan tiga negara unggulan yang telah melakukan negosiasi lanjut dengan promotor WRC, yakni Inggris, Irlandia dan Indonesia.
Reli Jepang yang jadi penutup WRC sejak 2022 kini menjadi penanda tengah musim, berpindah dari bulan November ke bulan Mei. Posisi mereka bertukar dengan Reli Italia, yang kemungkinan tidak digelar di Kepulauan Sardinia untuk edisi 2026.
Reli Kroasia yang absen pada tahun ini bakal digelar kembali pada musim 2026. Namun sebagai imbasnya, Reli Eropa Tengah tidak akan digelar, menghilangkan sensasi balapan di tiga negara sekaligus (Jerman, Austria dan Republik Ceko).
Saat disinggung mengenai Reli Indonesia, Direktur Event Promotor WRC, Simon Larkin mengatakan reli yang terakhir kali digelar sebagai ronde kejuaraan dunia pada 1997 tersebut masih dapat menjadi opsi untuk kalender 2027. Namun meskipun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjalin hubungan baik dengan promotor, mereka harus siap-siap berjibaku melawan berbagai kandidat lain.
“Kami sudah berbincang dengan pemerintahan Australia dan Indonesia, keduanya kandidat kuat untuk tahun 2027. Untuk Indonesia, rapat dengan kementerian olahraga dan berbagai kementerian pendukung menunjukkan niatan mereka sangat kuat,” ujar Larkin pada Rabu (6/8) sebagaimana dikutip dari DirtFish.
Larkin sendiri mampir ke Indonesia pada Januari lalu untuk bertemu dengan Menpora Dito Ariotedjo, serta Ketua Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo. Pertemuan ini menghasilkan nota kesepakatan (MoU) untuk menggelar Reli Indonesia sebagai bagian dari kalender WRC secepatnya.
“Bagi saya Indonesia negara yang menarik, terlebih mereka sudah lama menjadi pilar pendukung kejuaraan tingkat Asia-Pasifik (APRC) yang sudah mengalami banyak perubahan,” tambah Larkin.
Sementara itu, Menpora Dito berencana menyiapkan Reli Sumatera Utara sebagai salah satu calon event yang digunakan sebagai lokasi Reli Indonesia. Reli Sumatera Utara 2025 di Kabupaten Simalungun menjadi salah satu gelaran dalam kalender APRC tahun ini, diikuti oleh berbagai pembalap dalam dan luar negeri.
Bahkan Dito mengklaim salah satu pembalap WRC tahun ini, Martins Sesks terkesima akan reli satu ini. “Penyelenggaraan APRC di Simalungun sangat diapresiasi oleh pembalap nasional dan luar negeri. Tadi saya berbicara dengan pembalap dari Latvia (Martins), India dan banyak lagi,” jelas Dito di paddock peserta dalam pernyataan resmi panitia event pada Sabtu (9/8).
Martins sendiri diketahui datang sebagai kawan dan pelatih salah satu peserta veteran reli sekaligus Pembina IMI Sumut, yakni Musa Rajekshah alias Ijeck. Mantan Wakil Gubernur Sumut tersebut ikut balapan menggunakan Skoda Fabia Rally2 dengan spesifikasi sama persis dengan yang pernah dikendarai Martins sebelum naik kasta.
Dito juga mengklaim tahapan pendaftaran Reli Indonesia ke kalender WRC sudah masuk tahap finalisasi. Paling cepat, Reli Indonesia bakal dikunjungi para peserta tingkat dunia pada 2027.
“Ini sedang tahap finalisasi, harusnya akhir Agustus finalisasi sudah terjadi. Pastinya kami targetkan WRC terlaksana pada 2027, insyaallah pasti terjadi,” ungkap Dito.
Untuk pendanaan event sendiri menurut Dito bakal ditanggung oleh pemerintahan pusat. “Karena ini event dunia, pemerintah hadir untuk mendukung dalam biaya penyelenggaraan, sama seperti event-event dunia lain yang telah terlaksana. Termasuk yang sudah terlaksana di Sumatera, yakni Aquabike World Championship dan F1H2O, jadi nanti ditambah WRC,” jelasnya.
Reli Indonesia sebelumnya hanya digelar sebanyak dua kali, yakni pada 1996 dan 1997. Sedianya reli juga akan digelar pada 1998, namun krisis moneter dan situasi politik pada tahun tersebut membuat reli dibatalkan.
Namun Reli Indonesia masih dipandang sebagai reli bersejarah yang menantang, dengan rute tanah dan lempung yang siap menjebak pembalap yang tidak sigap seperti yang tidak sengaja didemonstrasikan para legenda seperti Tommi Makkinen dan mendiang Colin McRae yang gagal finish di kedua edisi kala itu. Baik edisi 1996 maupun 1997 dimenangkan oleh Carlos Sainz Sr., menggunakan Ford Escort RS Cosworth. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana