RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Paris Saint-Germain harus mengakui keunggulan Chelsea di final Piala Dunia Antarklub 2025 usai takluk dengan skor mencolok 0-3, Senin (14/7) pagi WIB di MetLife Stadium.
Tiga gol cepat dari Cole Palmer (menit 22’ dan 30’) dan Joao Pedro (43’) jadi pembeda laga yang berjalan panas sejak awal.
Menariknya, secara statistik PSG justru tampil dominan. Mereka unggul dalam penguasaan bola, jumlah operan, dan akurasi. Namun dominasi tersebut tak sebanding dengan efektivitas serangan yang ditunjukkan Chelsea di babak pertama.
PSG bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah João Neves dikartu merah pada menit ke-85 setelah menjambak bek gondrong chelsea asal Spanyol.
Usai laga, pelatih PSG menyampaikan pernyataan yang mencuri perhatian. Dalam konferensi pers, ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukan alasan untuk mencap timnya sebagai pecundang.
“Runner-up sangat berbeda. Pecundang dalam hidup adalah mereka yang menyerah. Dalam olahraga tingkat tinggi ini, tidak ada pecundang,” ujarnya.
Permainan PSG sebenarnya cukup meyakinkan, bahkan terlihat mengontrol pertandingan dalam tempo panjang. Mereka mencatatkan penguasaan bola mencapai 67 persen dan melakukan hampir dua kali lipat jumlah operan dibanding Chelsea. Namun, finishing yang buruk dan kurangnya intensitas di zona akhir membuat mereka kesulitan mencetak gol.
Sebaliknya, Chelsea tampil sangat efisien. Tim asuhan Enzo Maresca memanfaatkan celah yang ditinggalkan lini tengah PSG dan mencetak tiga gol hanya dalam waktu 21 menit. Meski kalah dalam statistik, The Blues unggul dalam penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi PSG yang datang dengan status unggulan. Apalagi sebelumnya mereka menyingkirkan Real Madrid dengan skor telak di semifinal. Namun, pelatih PSG menolak menyalahkan pemain atau menyebut ini kegagalan total.
“Pecundang? Tidak. Tidak ada pecundang di sini,” tegasnya.
Meski tak berhasil membawa pulang trofi, PSG ingin menjadikan laga ini sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk menyerah.
Chelsea Juara, PSG Harus Segera Move On
Chelsea sukses mengamankan gelar CWC pertama mereka dengan gaya meyakinkan. Tanpa terlalu banyak menguasai bola, mereka menunjukkan efektivitas dan kedewasaan dalam menyelesaikan peluang.
Sementara PSG, yang sebelumnya tampil dominan di hampir semua kompetisi musim ini, harus rela mengakhiri CWC tanpa gelar.
Langkah berikutnya bagi PSG adalah memperbaiki detail-detail krusial. Meskipun kekalahan ini menyakitkan, perjalanan mereka musim ini belum selesai. Evaluasi akan dibutuhkan, terutama untuk mempertajam penyelesaian akhir dan menjaga stabilitas saat ditekan balik. (kam)
Editor : Hakam Alghivari