Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Klub Indonesia Mana Saja yang Mempensiunkan Nomor Punggung Pemain Mereka? Ini Daftarnya

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 23:18 WIB
(Dok. Istimewa)
(Dok. Istimewa)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kadang kala, berbagai klub olahraga, termasuk sepak bola memilih untuk  mempensiunkan nomor punggung tertentu sehingga tidak bisa dipakai pemain lain. Tujuan mempensiunkan nomor punggung tersebut bermacam-macam, namun biasanya dilakukan untuk menghormati mantan pemain atau suporter mereka.

Ternyata tradisi tersebut juga dilakukan di Indonesia. Meskipun tidak sering dilakukan, cukup banyak klub papan atas yang mempensiunkan nomor punggung tertentu.

Mayoritas mempensiunkan nomor punggung untuk menghormati legenda klub, namun ada pula yang mempensiunkan nomor punggung untuk menghormati mereka yang meninggal saat bertanding di lapangan hijau.

Setidaknya ada sembilan klub Liga Indonesia yang punya nomer punggung yang dipensiunkan, yakni:

Persela Lamongan – 1

Sejak 2017, tidak ada lagi kiper Persela Lamongan yang diperkenankan mengenakan nomor 1. Nomor tersebut dipensiunkan untuk mengenang almarhum Choirul Huda, yang setia membela Laskar Angling Dharma sejak muda hingga akhir hayatnya.

Huda meninggal akibat berbenturan keras dengan rekannya sendiri, Ramon Rodrigues saat melawan Semen Padang musim tersebut. Dua hari setelah insiden tersebut, manajemen Persela resmi mempensiunkan nomor punggung 1.

Persebaya Surabaya – 19

Sudah dua setengah dekade tidak ada pemain Persebaya yang terlihat mengenakan nomor punggung 19. Nomor punggung tersebut dipensiunkan untuk mengenang kiper mereka di awal abad ke-21, Eri Irianto.

Eri meninggal pada tahun 2000 setelah berbenturan dengan pemain PSIM Yogyakarta, Samson Kingas saat bermain di Gelora 10 November. Tidak hanya itu, mess pemain Bajul Ijo juga dinamai Wisma Eri Irianto untuk mengenang jasanya.

Arema FC – 1, 47

Arema memiliki dua nomor yang dipensiunkan, yakni nomor 1 dan 49. Keduanya dipensiunkan untuk menghormati dua kiper mereka, yakni Kurnia Meiga (1) dan salah satu pelapisnya, Achmad Kurniawan (47).

Kurnia Meiga terkenal sebagai salah satu pilar masa jaya Arema di Liga Indonesia pada akhir 2000-an dan awal 2010-an, dan masih aktif mengamati sepak bola tanah air hingga kini. Sementara Achmad Kurniawan meninggal setelah terkena serangan jantung hingga jatuh koma pada 2017.

Persib Bandung – 24

Juara Liga 1 (kini Super League) tersebut juga punya satu nomor yang dipensiunkan, yakni nomor 24. Dulu nomor tersebut dikenakan oleh Hariono, yang masih aktif bermain saat ini bersama Deltras Sidoarjo.

Meskipun merupakan pemain asli Sidoarjo, jasanya selalu dikenang oleh Persib, tempat dia moncer dan bersinar membawa Persib di papan atas selama 11 tahun. Nomor punggungnya resmi dipensiunkan sebelum dirinya berlabuh ke Bali United pada 2020 silam.

Persija Jakarta – 12, 14, 20

Persija menjadisalah satu klub Indonesia terbanyak yang mempensiunkan nomor punggung, dengan total tiga nomor yang dipensiunkan. Dua dipensiunkan untuk menghormati jasa pemain, sementara satu nomor, yakni 12, dipensiunkan oleh manajemen untuk menghormati Jakmania.

Nomor 14 sendiri dipegang oleh Ismed Sofyan yang menjadi pilar pertahanan Macan Kemayoran selama dua dekade. Sementara nomor 20 dikenakan oleh ikon mereka, Bambang Pamungkas yang menjadi pemimpin mereka di lapangan hijau selama kurun waktu yang sama.

Persis Solo – 1, 17, 33

Selain Persija, Persis juga sama-sama mempensiunkan tiga nomor. Nomer satu dipensiunkan untuk menghormati suporter mereka, sementara 17 dan 33 dipensiunkan untuk mengenang pemain mereka.

Nomor 17 dipensiunkan untuk mengenang striker mereka, Ferry Anto yang meninggal bersama putrinya setelah terseret ombak di Pantai Baru, Bantul pada 2019. Sementara nomor 33 dipensiunkan untuk mengenang sosok sekaligus tanggung jawab terhadap Diego Mendieta, yang meninggal karena sakit pada 2012 dan gajinya sempat tertunggak hingga akhir hayatnya.

PSIS Semarang – 9, 22

PSIS memiliki dua nomor punggung yang dipensiunkan secara bersamaan, yakni 9 dan 22 pada 2023 silam. Nomor punggung 9 sempat dikenakan oleh Erik Dwi Ermawansyah, sementara nomor punggung 22 dikenakan Hari Nur Yulianto.

Erik meninggal dalam usia muda, yakni 23 tahun setelah terkena serangan jantung pada 2019 silam. Sementara Hari yang baru saja dilepas Malut United musim ini berjasa besar dalam mengembalikan PSIS ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2018.

 

PSIM Yogyakarta – 1, 12

Tetangga Persis dan PSIS, PSIM juga punya dua nomor punggung yang dipensiunkan, yakni 1 dan 12. Menariknya, kedua nomor tersebut sama-sama dipensiunkan untuk menghormati suporter mereka.

Nomor 1 dipensiunkan untuk menghormati elemen suporter Brajamusti. Sementara nomor 12 dipensiunkan untuk menghormati elemen suporter The Maident. Keduanya sama-sama dipensiunkan sejak 2023 lalu.

Barito Putera – 88

Nomor 88 memiliki kedekatan erat dengan klub Barito Putera. Tidak hanya muncul di logo klub, Barito Putera juga didirikan pada tahun 1988, sehingga nomor tersebut dianggap sakral oleh manajemen klub sebagai simbol berdirinya mereka.

Meskipun demikian, sebelum resmi dipensiunkan Yongki Aribowo pernah memakai nomor punggung 88 untuk jerseynya. Namun nomor tersebut hanya digunakan sementara, baru kemudian nomor tersebut dipensiunkan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#indonesia #persis #Sepak Bola #persija #olahraga #nomor punggung #persela #persib #Persebaya #psis #dipensiunkan #arema #barito putera #psim #liga indonesia #choirul huda