RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Manajemen Malut United akhirnya buka suara terkait pemecatan dua sosok berpengaruh di tim, yakni Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena. Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, mengungkapkan bahwa langkah tegas ini diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius, termasuk praktik menyimpang yang mencoreng nilai-nilai klub.
Pada konferensi pers yang digelar bersama perwakilan manajemen Hengky Oba di Ternate, Selasa (24/6/2025), Asghar Saleh menjelaskan bahwa pihak klub awalnya sudah memberi kesempatan bagi Imran dan Yeyen untuk berubah. Bahkan, saat Malut United promosi dari Liga 2 ke Liga 1, pihak manajemen memberikan kenaikan kompensasi hingga 300 persen sebagai bentuk apresiasi.
Namun, ekspektasi itu tak terwujud. “Kami tidak bisa menutup mata atas berbagai praktik tidak pantas yang dilakukan keduanya,” kata Asghar Saleh, dikutip dari Antara News. Ia mengungkapkan bahwa Imran dan Yeyen terbukti meminta pemain lokal untuk menyetor sejumlah uang agar dapat dimainkan dalam pertandingan, bahkan memotong gaji pemain asing.
“Asghar juga menekankan bahwa manajemen kecewa berat dengan perilaku ini. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil, dan itu jelas pelanggaran,” tegas Asghar.
Saat ini, Malut United sedang fokus mempersiapkan pemusatan latihan di Yogyakarta menjelang bergulirnya Liga 1 yang dijadwalkan mulai awal Agustus 2025. Namun, manajemen merasa perlu menjelaskan alasan di balik pemecatan agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.
“Asghar Saleh juga menjelaskan bahwa Imran Nahumarury telah mengakui kesalahan dan mengirimkan surat pernyataan tertulis kepada manajemen. Dalam surat itu, Imran meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya, juga tidak memberikan klarifikasi sepihak ke media. Kami menerima itu dengan lapang dada dan berharap ini menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan,” katanya.
Berbeda dengan Imran, hingga saat ini Yeyen Tumena belum menyampaikan permintaan maaf maupun penyesalan atas tindakannya. Hal ini membuat manajemen siap membawa kasus ini ke jalur hukum dan bahkan ke tingkat federasi, yakni PSSI.
“Kalau Yeyen tidak ada itikad baik, kami siap membawa ini ke jalur hukum. Ini bukan soal pribadi, tetapi soal menjaga integritas klub dan dunia sepak bola Indonesia,” tegas Asghar Saleh.
Sekilas Tentang Yeyen Tumena
Yeyen Tumena bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai pelatih interim timnas Indonesia dan memiliki pengalaman panjang di level klub maupun timnas. Namun, dengan kasus ini, kiprah panjang tersebut tercoreng oleh tuduhan pelanggaran yang dapat berdampak panjang bagi karier dan reputasinya.
Saat ini, Malut United tengah fokus penuh pada persiapan panjang menghadapi musim perdana di Liga 1, dengan harapan dapat membentuk tim yang solid dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta integritas. (kam)
Editor : Hakam Alghivari