RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para pendukung Atletico dipastikan bangun tidur dengan senyum kecut usai pertandingan Atletico Madrid melawan Botafogo di stadion Rose Bowl, Pasadena pada Selasa pagi (24/6). Di satu sisi Atleti sukses menang, namun di sisi lain Atleti juga tersingkir lebih awal dari persaingan di FIFA Club World Club atau Piala Dunia Antarklub 2025.
Kekalahan akbar 0-4 dari rival satu grup mereka, Paris Saint-Germain (PSG) pada pekan pembuka Club World Cup (16/6) terbukti membuat Atletico Madrid menderita dalam jangka panjang. Ditambah lagi Atleti juga kebobolan satu gol saat menang 3-1 dari Seattle Sounders di pertandingan kedua (20/6).
Sehingga untuk lolos ke babak eliminasi, Atleti butuh pesta gol pada laga menghadapi Botafogo. Sayangnya, pertahanan dan tekanan yang baik ditunjukkan oleh klub asal Brazil tersebut.
Atleti baru dapat mencetak sebiji gol tiga menit jelang bubaran, dengan Antoine Griezmann sukses memanfaatkan assist dari Julian Alvarez. Namun Botafogo sukses mencegah Atleti mencetak dua gol ekstra yang dibutuhkan klub tetangga Real Madrid tersebut.
Menariknya, dengan hasil ini PSG, Atleti dan Botafogo sama-sama menyelesaikan fase grup dengan jumlah poin yang sama, yakni 6 poin di Grup B. Namun PSG unggul jauh dengan selisih 5 gol berkat pesta gol melawan Atleti dan Sounders.
Meskipun kalah, Botafogo masih punya bekal selisih dua gol dari Atletico Madrid. Sementara itu, Seattle Sounders menjadi karung samsak tiga klub lawannya dan finish tanpa poin.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih Atleti Diego Simeone tidak membantah kekalahan dari PSG menjadi kerugian besar. “Dapat enam poin tidak apa-apa, tapi pertandingan melawan PSG menghancurkan kami,” ujarnya.
Atleti tidak menjadi satu-satunya klub asal Eropa yang angkat koper lebih dulu dari gelaran Club World Cup. FC Porto juga terpaksa pergi ke bandara lebih dulu setelah kalah balapan gol dan ikut diseret pulang oleh Al-Ahly setelah bermain imbang 4-4 di saat bersamaan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana