RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak hanya ditutup dengan serunya laga penentuan degradasi, ternyata Liga 1 musim 2024/2025 juga resmi ditutup dengan hujan denda bagi beberap klub peserta. Mayoritas alasannya sama, yakni penyalaan flare oleh suporter yang tenggelam dalam euforia akhir musim.
Dalam rilis Hasil Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 28 Mei yang dipublikasikan Senin (2/6), Komdis mengeluarkan total 11 putusan dengan total denda finansial Rp 1,25 milyar kepada beberapa klub yang menjalani pertandingan pada pekan terakhir Liga 1 2024/2025. Dari total tersebut, Rp 1,14 milyar dilayangkan akibat penyulutan flare serta insiden lain yang terjadi bersamaan.
Total enam klub menerima hukuman tersebut, yakni Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSM Makassar, Madura United dan Persib Bandung. Madura United menjadi klub dengan hukuman paling ringan diantara semua, ‘hanya’ didenda Rp 100 juta karena hanya ada sedikit flare yang menyala.
Kemudian Persik, Persebaya dan Persib harus menanggung denda Rp 200 juta karena flare dinyalakan dalam jumlah banyak. Persija dan PSM sama-sama menanggung denda sedikit lebih banyak, yakni Rp 220 juta dengan alasan yang agak berbeda.
Persija menanggung ekstra denda Rp 20 juta tersebut karena penonton juga melemparkan petasan ke lapangan di samping menyalakan flare saat pertandingan penutup melawan Malut United (24/5). Sementara suporter PSM tidak hanya menyalakan flare dan petasan (namun tidak dilempar ke lapangan), tapi juga membentangkan banner tifo berisi umpatan terhadap manajemen PSM serta PSSI.
Denda dari Komdis PSSI tersebut juga merupakan tangga ekstra yang menimpa kepala Juku Eja (julukan PSM), di samping denda dari AFC akibat tindakan suporter pada ASEAN Club Championship musim lalu. Saat bertanding melawan Cong An Hanoi FC (2/4), suporter PSM juga menyalakan flare serta masuk ke dalam lapangan usai laga, berujung denda sebesar USD 25 ribu (Sekitar Rp 407 juta). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana