Lima SDN Kosong Pendaftar, Komisi C DPRD Bojonegoro Desak Evaluasi

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sistem penerimaan murid baru (SDN) Bojonegoro menyisakan tahap pemenuhan pagu hingga 13 Juli mendatang.
Namun per kemarin (17/6) terdapat lima SDN belum mendapatkan siswa baru. Padahal pendaftaran jalur afirmasi, mutasi, keterpaduan, hingga domisili ditutup awal Juni lalu.
Komisi C DPRD Bojonegoro mendesak dinas pendidikan (disdik) melakukan evaluasi dan menganalisa faktor penyebab sekolah tersebut belum mendapatkan murid baru.
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Affan mengatakan, sebenarnya tren penurunan peminat di SDN sudah terbaca setiap tahun menurun. Namun di sisi lain sekolah swasta justru kelebihan pendaftar atau siswa baru.
‘’Bahkan beberapa SD swasta harus inden,” ungkapnya.
Affan menjelaskan, peminat SD swasta semakin meningkat dan diperebutkan. Tentu menjadi bahan evaluasi bagi dinas pendidikan. Kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa ada penurunan kualitas dalam tanda kutip.
‘’Minat masyarakat pada sekolah negeri menurun. Beralih ke sekolah swasta berbasis agama,” jelasnya.
Affan mengaku tidak kaget dengan adanya SDN belum mendapatkan siswa baru. Tentu disdik harus secara serius mencari akar masalahnya, juga cari solusinya.
‘’Bisa jadi tata kelola belum maksimal,” ungkapnya.
Menurut Affan faktor infrasruktur atau fasilitas menjadi salah satu penyebab minat masyarakat memilih sekolah swasta. Terlebih banyak sekolah swasta memiliki fasilitas lengkap dan modern.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



