Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peraturan Batas Usia Mendadak Diganti, Kontingen Balap Motor Porprov Bojonegoro Turun Jadi Peserta Eksibisi

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 4 Juni 2025 | 00:42 WIB
SENGIT: Pertandingan Cabor Motor berlangsung sengit di Halaman Stadion Letjen Soedirman. Kecamatan Kota Bojonegoro berhasil meraih Juara Umum (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
SENGIT: Pertandingan Cabor Motor berlangsung sengit di Halaman Stadion Letjen Soedirman. Kecamatan Kota Bojonegoro berhasil meraih Juara Umum (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabar kurang sedap menghampiri peserta cabang olahraga (cabor) balap motor asal Bojonegoro jelang Porprov Jatim IX 2025 pertengahan Juni mendatang. Peraturan aturan mendadak dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyebabkan status dua dari tiga pembalap yang turun menjadi peserta eksibisi.

Sehingga kesempatan Kabupaten Bojonegoro untuk mendulang medali dari nomor tersebut berkurang drastis. Tentu, hal ini disayangkan oleh KONI Bojonegoro maupun IMI Bojonegoro.

Secara spesifik, terdapat perubahan pada batasan usia maksimal pembalap peserta untuk terdaftar di daftar kontingen. Melalui surat KONI Jatim nomor 426/394/601.1/2025 mengenai batas usia pembalap kategori modifikasi, umur maksimal pembalap turun dari 35 tahun menjadi 23 tahun.

“Awalnya di atas usia 23 tahun dibolehkan, namun baru dua hari ini, usulan IMI Jatim ke KONI Jatim ditolak. Akhirnya jadi eksibisi, padahal ada peluang meraih medali emas di nomor modifikasi,” ungkap Wakil Ketua KONI Bojonegoro, Tonny Ade Irawan kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro Senin (2/6).

Ketua IMI Bojonegoro, Andrie Hermawan menjelaskan, cabor balap road race bakal menjalani debut Porprov Jatim pada edisi IX mendatang. Cabor terbagi menjadi empat kelas menggunakan motor bebek, yakni standar perorangan, standar beregu, modifikasi perorangan dan modifikasi beregu.

“Dari nomor tersebut, Bojonegoro mengikuti tiga kelas, yakni standar perorangan, modifikasi perorangan dan modifikasi beregu. Atlet yang diberangkatkan ada tiga pembalap,” papar Andrie Selasa (3/6).

Menurut Andrie, permasalahan berakar pada KONI Jatim yang mendadak mengganti peraturan usia pembalap. Setiap kelas memiliki batasan umur dengan rentang usia yang berbeda di setiap kelas.

“Pada penerbitan pertama technical handbook (THB, buku peraturan teknis) Januari tahun ini, disebutkan kelas standar dapat diikuti oleh pembalap di bawah usia 21 tahun, jadi rentang usia 15 hingga 20 tahun. Sementara untuk kelas modifikasi diikuti pembalap usia 21 tahun ke atas, dengan batas maksimal usia 35 tahun,” jelas Andrie.

 Baca Juga: Tidak Kunjung Mengaspal, Jorge Martin Pilih Minggat Dari Aprilia Musim Depan

Dengan pertimbangan tersebut, IMI dan KONI Bojonegoro menurunkan atlet usia 26 dan 27 tahun untuk kedua nomor modifikasi. Tentu, kedua atlet tersebut serta atlet kelas standar telah lolos tes fisik dan mental yang digelar KONI Bojonegoro selama empat bulan.

Namun pada minggu lalu (28/5), KONI Jatim mendadak memgumumkan perubahan pada THB. “Ada dua perubahan, yang pertama kelas modifikasi mengalami perubahan batas usia. Yang dapat ikut serta kini rentang usia 21 hingga 23 tahun,” ungkap pria yang juga doyan balap offroad tersebut.

Selain itu jadwal penyelenggaraan balap juga dimajukan oleh KONI Jatim. Pekan balap yang tadinya dimulai pada 28 Juni dimajukan menjadi 16 Juni, mempersempit waktu bagi peserta untuk bersiap.

“Karena atlet kita sudah didaftarkan ke KONI Jatim dan tiba-tiba ada pemberitahuan (perubahan batas usia) kemarin, ada dua pembalap kita yang tidak masuk pada kategori ini. Jadi kebijakannya, yang memenuhi syarat tetap berhak mendapat medali, sedangkan yang umurnya lebih dari ketentuan hanya dihitung sebagai peserta eksibisi,” lanjut Andrie.

Sehingga perlu ada pembahasan lebih lanjut dengan KONI Bojonegoro tentang kepastian keberangkatan para pembalap kategori modifikasi. “Terutama karena mereka semua sudah bersiap selama empat bulan terakhir sesuai proses persiapan KONI dan bersemangat ikut Porprov. Kalau dari kami sendiri, tentu idealnya tetap berangkat, meskipun turun jadi peserta eksibisi,” tambah Andrie.

Jika kedua pembalap kelas modifikasi akhirnya turun sebagai pembalap eksibisi, harapan IMI Bojonegoro mendulang medali tersisa pada kelas standar. “Karena ketentuan dalam THB tidak berubah untuk kelas standar,” lanjut Andrie.

Menurut Andrie, tidak hanya Kabupaten Bojonegoro saja yang terdampak perubahan peraturan tersebut. “IMI daerah lain juga mengajukan keberatan terhadap perubahan peraturan tersebut. Kami juga dibantu KONI Bojonegoro untuk mengirim surat keberatan, berhubung perubahan diumumkan saat jadwal sudah mepet,” ujar Andrie.

Sebagai tambahan, cabor balap motor di Porprov IX Jatim 2025 mempertandingkan kategori road race dan grasstrack. Balap road race akan diselenggarakan di Malang, sementara balap grasstrack akan digelar di Kota Batu. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #koni jawa timur #imi bojonegoro #porprov #Jatim #Porprov Jatim 2025 #olahraga #imi #koni #koni bojonegoro #bojonegoro #koni jatim #Road Race #andrie hermawan #balap motor #tonny ade irawan #Porprov Jatim #IMI Jatim