Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tidak Bikin Keluar Keringat, Menkomdigi Sebut E-Sports Tidak Termasuk Olahraga

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 22 Mei 2025 | 21:23 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sejak pertengahan 2010an hingga saat ini, cabang olahraga (cabor) e-sports menjadi salah satu cabor yang melejit dalam popularitas di kalangan masyarakat. Berbekal gim video dengan fungsi multiplayer dan perangkat seperti smartphone atau komputer, banyak pemuda dan tim yang mengukir karir sebagai jagoan virtual hingga tingkat internasional.

Bahkan e-sports juga mulai diakui sebagai cabor di kejuaraan olimpiade, serta kompetisi serupa di tingkat nasional dan internasional. Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Asian Games menggelar cabor esports dalam jajaran nomer medali mereka, sementara pada tahun lalu Komite Olimpiade Internasional (IOC) menggelar Olimpiade E-Sports sebelum gelaran utama Olimpiade dimulai.

Namun nampaknya Menteri Komunikasi Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid tidak sependapat dengan fenomena tersebut. Dalam kunjungannya ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha Batalyon Artileri Medan 9 Purwakarta bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minggu lalu (14/5), Meutya menyampaikan pendapatnya soal e-sports.

"Kalau bagi saya, sport tetap perlu melibatkan juga giat-giat fisik, selain juga online. Saya nggak bilang online itu jelek, tapi tetap, kalau namanya sport, perlu ada giat fisiknya," ujarnya kepada media setempat. Secara detil, Meutya menyebut gim online tidak melibatkan kegiatan fisik secara langsung, sehingga atlet e-sport tidak banyak berkeringat seperti atlet pada umumnya.

Kebanyakan netizen Indonesia kurang setuju terhadap pernyataan tersebut. Selain membahas tentang atlet e-sports yang melanglang buana, banyak yang memberikan komparasi e-sports dengan catur, yang sama-sama tidak banyak membuat berkeringat namun juga diakui sebagai cabor karena sama-sama mengedepankan otak dan strategi.

Selain itu, e-sports di Indonesia juga telah memiliki badan olahraga sendiri, yakni Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PBESI). Selain Kemenpora dan KONI selaku lembaga olahraga nasional, Komdigi juga mengakui dan mendukung badan olahraga tersebut sejak terbentuknya PBESI.

PBESI sendiri bakal menggelar pelatihan nasional (Pelatnas) untuk atlet e-sports yang bakal berlaga di SEA Games 2025 di Thailand pada September mendatang. Rencananya para atlet virtual tersebut turun di nomor Mobile Legends Bang Bang (MLBB), Free Fire dan EA Sports FC (EAFC).

Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibowo menjelaskan, selain pelatihan bermain, PBESI juga bakal menggembleng fisik dan mental pemain, serta meningkatkan kualitas nutrisi pemain. "Harapannya dengan kemampuan fisik yang kuat dan sehat termasuk nutrisi yang baik, maka bisa menunjukkan performa fisik, intelektual dan kemampuan motorik hingga komunikasi yang baik," ungkap Bambang pada Selasa (20/5) kepada awak media. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#meutya hafid #Purwakarta #Esport #cabor #catur #e-sports #e-sport #dedi mulyadi #olimpiade #bambang sunarwibowo #pon #olahraga #Multiplayer #esports #pbesi #sea games #Menkomdigi