RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di satu sisi, Semen Padang, Barito Putera dan PSS Sleman dapat bernafas lega karena resmi tidak terdegradasi pada ujung pekan ke-33 gelaran Liga 1 pada Minggu sore (18/5). Di sisi lain, mereka hanya punya satu kesempatan terakhir untuk lolos dari jerat degradasi pada pekan terakhir, yakni pekan ke-34 minggu depan.
Sebelumnya, PSIS Semarang menjadi tim pertama yang terpaksa angkat koper ke Liga 2 musim depan setelah kehilangan peluang meraup poin lebih dari tiga rival tersebut. Pasalnya, selain PSIS dihantam oleh PSS 2-1 (9/5), dua hari kemudian Semen Padang masih dapat mencuri poin dari Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 (11/5).
Di pekan ke-33, PSS dan Semen Padang kembali meraih poin ekstra untuk menempuh nyawa di akhir musim. Sementara Barito Putera malah kehabisan tabungan poin dua pekan berturut-turut setelah kalah dalam dua pertandingan.
PSS Sleman berhasil meraih tiga poin tambahan setelah mengalahkan Persija 2-1 di kandang sendiri pada Sabtu (17/5). Sempat imbang 1-1 sampai akhir pertandingan, Marcelo Cirino tampil jadi juru selamat Super Elang Jawa (julukan PSS) jauh setelah waktu tambahan babak kedua berlalu.
Sementara Semen Padang mengais satu poin ekstra setelah menahan imbang Persik Kediri pada Minggu sore (18/5). Sempat tertinggal akibat gol Ze Valente di babak pertama, Bruno Gomes dapat menyeimbangkan keadaan di menit ke-67, namun selebihnya kedua tim gagal menggandakan tabungan gol mereka.
Dengan hasil tersebut, Semen Padang berada di ujung pintu degradasi dengan perolehan 33 poin. Sementara baik Barito Putera maupun PSS Sleman berada di dalam zona degradasi, sama-sama mengemas 31 poin.
Sehingga penentuan tiket terakhir bertahan di Liga 1 bakal berlangsung di pekan ke-34 yang menutup gelaran musim 2024/2025. Semen Padang bakal berhadapan dengan Arema FC, PSS berlayar untuk bersua dengan Madura United, dan Barito bakal bertamu menghadapi PSIS.
Semen Padang punya keunggulan dua poin, namun mereka wajib menang saat melawan Arema. Sebab jika seri atau bahkan kalah, mereka berpeluang disalip oleh Barito Putra, yang unggul head to head setelah memenangkan dua pertemuan melawan Semen Padang.
Namun tentu, untuk mewujudkan hal tersebut Barito Putra juga wajib menang untuk mengamankan poin untuk minimal imbang dengan Semen Padang di klasemen akhir. Jika seri atau kalah, Semen Padang berhak bertahan di Liga 1 selama meraih poin berapapun, kecuali jika PSS menang dan Semen Padang hanya bermain imbang.
Peluang terkecil dimiliki oleh PSS Sleman, yang kalah head to head dari Semen Padang dan imbang dalam head to head dengan Barito. Sehingga tidak hanya wajib menang melawan Madura United, mereka juga wajib berdoa agar Barito dan Semen Padang sama-sama gagal memetik poin maksimal. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana