RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sanfrecce Hiroshima sukses menggelar pesta gol dengan skor 6-1 terhadap Lion City Sailors FC di leg pertama perempat final Asian Champions League 2 (ACL2, dulu Piala AFC) pada Rabu (5/3) di kandang mereka sendiri, Stadion Edion Peace Wing. Namun karena sebuah kesalahan kecil, tim asal Jepang tersebut terpaksa menghapus senyum dan tabungan gol mereka.
Pasalnya, Sanfrecce tidak sengaja menurunkan pemain baru mereka, Valere Germain yang masih diwajibkan menjalani hukuman larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan. Skors tersebut dijatuhkan pada gelaran Piala AFC musim 2023/2024, sehingga diduga Sanfrecce luput terhadap skorsing tersebut.
Hukuman tersebut dipanen Valere setelah tim yang ia bela sebelumnya, Macarthur FC, tumbang di babak final regional saat berhadapan dengan sesama tim asal Australia, Central Coast Mariners pada Maret 2024. Usai derby negeri kangguru tersebut sempat terjadi kerusuhan antara penggawa Macarthur dan Mariners, dan Valere diketahui memulai pertikaian dengan menampar keras salah satu pemain Mariners.
Atas pelanggaran yang dilakukan Sanfrecce dengan menurunkan Valere, AFC (federasi sepak bola Asia) selaku penyelenggara menyatakan hasil pertandingan dibatalkan dan tim asal J1-League (Liga Jepang) tersebut dinyatakan walk out (WO), atau tidak hadir dalam pertandingan. Sehingga Lion City Sailors yang semula babak belur 1-6 kini berbalik unggul 3-0.
“Sanfrecce Hiroshima telah melakukan tindak pelanggaran pasal 56 dan pasal 67 ayat 1 Kode Disiplin dan Etik AFC. Sehingga diputuskan Sanfrecce Hiroshima mundur dari laga melawan Lion City Sailors,” bunyi pernyataan AFC dalam surat keputusan mereka.
Selain hukuman WO, Sanfrecce juga diwajibkan membayar denda sebanyak USD 1000 (kurang lebih Rp 16 juta). Kemudian, Sanfrecce juga kehilangan setengah hak hadiah mereka, sehingga tim asal Jepang tersebut hanya dapat menerima USD 80 ribu (kurang lebih Rp 1,3 miliar) dari total USD 160 ribu yang dapat diperoleh dari hasil perempat final. Karena Valere terlanjur bermain di laga ini, Valere juga dianggap telah melaksanakan satu dari larangan tiga pertandingannya, dan wajib absen pada laga selanjutnya jika ingin menghindari hukuman lebih berat.
Sanfrecce sendiri telah menyatakan permohonan maaf di website resmi mereka. “Kami meminta maaf atas kelalaian kami terhadap insiden ini, kami akan berusaha untuk tidak mengulangi kejadian ini,” bunyi pernyataan klub asal prefektur Hiroshima tersebut.
Dengan putusan ini, Lion City Sailors bakal punya bekal berharga saat menjalani leg kedua (12/3) di hadapan pubik sendiri di Stadion Jalan Besar. Selain itu, jika dapat menahan Sanfrecce dan hanya kebobolan maksimal 2 gol, tim asal Singapura tersebut bakal mencetak sejarah sebagai tim SPL (Liga Singapura) kedua yang lolos ke babak semifinal kompetisi AFC manapun.
Selain di ACL2, Valere juga masih menjalani hukuman larangan bertanding di J1-League akibat insiden yang disebabkan olehnya sebelum minggat dari Macarthur FC. Di pertandingan terakhirnya bersama Macarthur, Valere diduga melakukan gestur yang dianggap menghina wasit, sehingga A-League (liga Australia) menjatuhkan larangan dua kali bertanding. Namun Valere kemudian menerima pinangan Sanfrecce, sehingga skorsing tersebut turut berlanjut di J1-League. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana