BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Bojonegoro FC (BFC) hanya mampu bermain imbang kontra Malang United di Stadion Canda Birawa, Kediri kemarin (22/1). Hasil 3-3 membuat peluang BFC lolos ke babak 16 besar menipis.
Terlebih baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan dijalani pada grup EE. Pada laga lanjutan babak 32 besar Liga 4 kemarin, BFC tertinggal sejak menit awal setelah lawan mencetak gol dari titik putih.
Bahkan, di menit 25, Laskar Rajekwesi kembali kebobolan dan tertinggal dua gol. Untungnya, di akhir babak pertama mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Pada babak kedua suadara muda Persibo kembali mendapat tekanan lawan.
Di menit 67, Malang United berhasil memperlebar jarak dengan mencetak gol. Skor berubah menjadi 3-1. Namun, BFC terus berusaha mengejar ketertinggalan. Pada menit 83 dan 91 anak asuh Bambang Pramudji berhasil mencetak gol. Sehingga, memaksa pertandingan berakhir 3-3.
Asisten Pelatih BFC Aries Tuansyah mengatakan, bahwa skuadnya kecolongan gol di awal laga. Tepatnya, melalui titik penalti. Sehingga, berpengaruh pada jalannya pertandingan. ’’Kecolongan penalti di menit awal, tepatnya menit 7,” ungkapnya.
Aris menjelaskan, walau tertinggal gol, skuad BFC terus berusaha maksimal untuk mencetak gol. Akhirnya, pada akhir babak kedua berhasil mencetak dua gol dan membuat pertandingan berakhir dengan 3-3. ’’Pemain tidak ada yang manja, mau berjuang maksimal,” ujarnya.
Hasil imbang melawan Malang United, membuat BFC baru mengoleksi satu poin. Kondisi ini membuat peluang lolos ke 16 besar menipis. Terlebih, tim lain di grup EE sudah mengoleksi tiga hingga enam poin.
Sehingga, untuk lolos harus menang di pertandingan terakhir melawan Persedikab Kediri dan menanti hasil pertandingan PSMP melawan Malang United besok (24/1). ’’Jumat berjuang menang melawan Persedikab selaku tuan rumah,” jelasnya.
Menurut Aris, pada laga terakhir di grup EE, BFC harus lebih kuat dalam bertahan. Lalu, memanfaatkan serangan balik. Terlebih lawan dihadapi besok adalah tuan rumah. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana