BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hasil tes fisik atlet pemusatan latihan cabang (puslatcab) yang dipersiapkan untuk Porprov 2025 di bawah ekspektasi KONI Bojonegoro.
Tes fisik yang berlangsung 22 hingga 24 November lalu diikuti sekitar 500 atlet. Dari jumlah tersebut lebih dari 95 persen hasil beep test dan VO2max di bawah ekpektasi atau standar diharapkan.
Untungnya tes berlangsung di GOR SMAN 3 Bojonegoro tersebut baru tes awal untuk melihat kondisi fisik atlet sebelum puslatcab. Selanjunya pada akhir Desember mendatang tes fisik kembali digelar demi mengetahui progres puslatcab selama sekitar satu bulan.
Wakil ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, hasil tes fisik sudah disampaikan ke masing-masing cabang olahraga (cabor) minggu lalu. Hasilnya lebih dari 95 persen dari total atlet menjalani beep test dan VO2max jauh di bawah standar.
‘’Tapi tidak masalah karena ini tes sebelum puslatcab,” ungkapnya.
Tonny menjelaskan, akhir Desember mendatang akan ada tes fisik setelah sekitar sebulan menjalani puslatcab. Hasil tes tersebut menjadi landasan bagi KONI untuk menentukan atlet yang layang masuk pemusatan latihan kabupetan (puslatkab)
‘’Sehingga mengetahui kondisi fisik atlet bisa meningkat atau tidak,” tegasnya.
Terkait angka yang menjadi target tes fisik, Tonny memastikan target di setiap cabor berbeda. Namun hasil tes fisik atlet Bojonegoro jauh dari target.
‘’ Target setidaknya sama dengan di Jatim. Harapan awal tidak jauh-jauh dari angka di Jatim tapi ternyata hasilnya jauh,” ujarnya.
Tonny menambahkan, pada tes fisik di akhir November lalu, terdapat beberapa tidak serius dalam persiapan. Walau KONI sudah meminta dilakukan persiapan sejak Oktober.
Namun, ketika tes fisik terdapat cabor yang sehari menjelang tes baru mengumpulkan nama atlet untuk mengikuti puslatcab. Padahal paling lambat pada 20 Oktober lalu.
Tak hanya itu, setelah diberikan undangan mengikuti tes fisik, atlet yang hadir berbeda dengan daftar nama yang dikirimkan. Bahkan kurang dari jumlah atlet dalam satu tim.
‘’Ini kan menunjukkan ketidakseriusan dalam mengikuti program yang telah ditetapkan’’ ungkapnya.
Disinggung cabor yang dimaksud Tonny enggan menyebutkan, hanya menekankan agar cabor lebih serius lagi dalam mempersiapkan atlet sesuai agenda ditetapkan KONI. ‘’Kami memulai pemusatan latihan lebih awal agar hasil maksimal di Porprov nanti dan Cabor juga harus serius,” tegasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana