Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Race MotoGP Mandalika: Tahun Lalu Celaka, Kemarin Celaka Lagi, Kini Sukses Juara

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 30 September 2024 | 00:12 WIB
Setelah jatuh dua kali, akhirnya Jorge Martin dapat menikmati manisnya podium GP Indonesia di Mandalika (Dok. MotoGP/Dorna Sports)
Setelah jatuh dua kali, akhirnya Jorge Martin dapat menikmati manisnya podium GP Indonesia di Mandalika (Dok. MotoGP/Dorna Sports)

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahun lalu, Jorge Martin (Pramac Racing) membuang peluang emas memperlebar kesempatan menjadi juara dunia MotoGP musim 2023 setelah terjatuh di tikungan 11 Mandalika International Street Circuit. Sabtu lalu (28/9), mimpi buruk kembali menghampiri Martin lebih awal setelah terjatuh di lap pembuka Sprint Race MotoGP Indonesia di sirkuit yang sama, kali ini di tikungan 16.

Namun, Martin sendiri mengaku tidak khawatir dengan nasib yang menimpanya pada Sprint Race. “Mudah memang untuk berbicara jika bisa menang mudah, saya berharap bisa menang jauh pada hari Minggu,” ujarnya dalam konferensi pers hari Sabtu, merujuk pada rivalnya, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang mengomentari momen saat Martin jatuh dari motor.

Martin start terdepan pada race hari Minggu setelah mencetak waktu tercepat di sesi kualifikasi Sabtu pagi, ditemani oleh Marco Bezzecchi (Pertamina VR46) dan Pedro Acosta (Gasgas Tech3). Pecco (panggilan akrab Bagnaia) start di posisi ke-4, tepat di belakang Martin, didampingi rekan setimnya, Enea Bastianini, serta Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Setelah lampu start padam, Martin langsung berusaha melarikan diri ke depan barisan, diikuti oleh Acosta dan Bastianini. Di luar dugaan, Pecco mengalami sedikit masalah pengaturan tinggi motor, sehingga harus berusaha mengaja motornya agar tidak terbang saat start dan turun ke posisi ke-6.

Lap pertama diwarnai dengan kecelakaan karambol setelah Jack Miller (Red Bull KTM) jatuh saat mencoba menyalip banyak pembalap di tikungan ke-3, turut menyeret Alex Marquez (Gresini Racing), Aleix Espargaro (Aprilia Racing) dan Luca Marini (Repsol Honda). Keempatnya langsung tersingkir dari balapan, dan butuh waktu agak lama untuk mengevakuasi motor yang mereka kendarai.

Pecco dan Bastianini yang mengambil opsi ban lebih keras kesulitan mengejar Martin, serta harus berjibaku berduel dengan Acosta, Bezzecchi dan rekan setim Martin, Franco Morbidelli. Lambat laun, Fabio DiGiannantonio (Pertamina VR46) dan Marc Marquez (Gresini Racing) juga turut serta dalam duel massal perebutan posisi podium.

Dengan seluruh lawannya saling bertempur satu sama lain, Jorge Martin memiliki banyak ruang bernafas untuk melepaskan diri perlahan-lahan sepanjang balapan. Sementara itu, Acosta memenangkan duel melawan Bastianini setelah tiga lap pertama, dan Morbidelli turt menyalip Bastianini satu lap kemudian.

Dengan ban yang lebih lunak, Bezzecchi mulai mencoba berduel dengan Bastianini, sedangkan Marc Marquez dan DiGiannantonio mencoba peruntungan melawan Pecco. Bezzechi tidak perlu berlama-lama merebut posisi ke-4 dari Bastianini, sementara Pecco, Marquez dan Digiannantonio menghabiskan waktu saling menyalip sepanjang setengah awal balapan.

Namun, cuaca panas di Mandalika mulai menyengat motor para pembalap. Di lap ke-8, DiGiannantonio terjatuh dari motornya setelah ban motornya tidak kuat berbelok kencang di tikungan 10. Di sisi lain, ban motor Pecco dan Bastianini akhirnya mulai menyentuh suhu optimal untuk digeber sepanjang balapan, memberikan kesempatan mereka mencetak waktu lebih baik.

Di lap ke-11, giliran Marc Marquez yang harus mundur dari pertarungan setelah dapur pacu Ducatinya tiba-tiba meledak dan terbakar saat keluar dari tikungan 10, memaksanya memarkir motor di pos petugas trek agar dapat memadamkan api. Dengan ini, Marc melanjutkan catatan gagal finish sepanjang partisipasinya di GP Indonesia.

Beberapa saat kemudian, Joar Mir (Repsol Honda) juga terpaksa menikmati mandi kerikil di urutan paling belakang. Dengan ini, Gresini Racing dan Repsol Honda terpaksa berkemas-kemas lebih awal setelah kedua pembalap mereka gagal finish.

Dengan suhu ban optimal dan rival mereka berguguran, Pecco dan Bastianini akhirnya dapat menjangkau rombongan Bezzechi dan Morbidelli untuk melaksanakan duel empat motor untuk mengawali setengah akhir balapan. Namun Pecco memilih bersabar mengikis jarak terlebih dahulu di posisi ke-6, sementara Bastianini tanpa pikir panjang langsung menyalip Bezzechi dan berjibaku dengan Morbidelli.

Di lap ke-16, Bastianini akhirnya sukses mengamankan posisi ke-3 dari tangan Morbidelli dan terus meningkatkan ritme untuk mengejar Pedro Acosta. Namun saking asyiknya ngebu demi memperkecil jarak, di lap ke-20 Bastianini malah terjatuh di tikungan pertama tepat setelah mencatatkan waktu tercepat sementara. Di saat hampir bersamaan, rekan setim Acosta, Augusto Fernandez terpaksa kembali ke garasi lebih awal.

Satu lap kemudian, penantian Pecco akhirnya terbayar di lap ke-20 setelah dapat menyalip Bezzecchi dengan mudah. Setengah lap kemudian, giliran Morbidelli yang harus merelakan posisi podiumnya diambil Pecco di tikungan 10.

Di sisi lain, hingga akhir balapan posisi Jorge Martin dan Pedro Acosta sama sekali tidak dapat diganggu siapapun. Akhirnya Martin dapat mengobati kesalahannya pada tahun lalu dan Sabtu lalu, dan mengamankan podium tertinggi di Mandalika, diikuti oleh Acosta dan Pecco.

Usai balapan sebelum kembali ke pit lane, Martin menyempatkan diri berhenti di trek untuk selebrasi menepuk aspal di tikungan 16, tepat di titik dia terjatuh pada Sprint Race sambil dikerubungi petugas trek yang berebut berfoto bersama dirinya. Sementara itu, hingga berita ditulis, Pedro Acosta masih dalam pengawasan race director dengan tuduhan tekanan ban lebih rendah dari batas peraturan, namun masih dibolehkan naik podium kedua.

Dalam wawancara sebelum seremoni podium, Martin sendiri mengaku sempat khawatir dirinya akan jatuh lagi. “Saya senang sekali, terutama karena setelah jatuh tahun lalu dan kemarin (Sabtu), berjuang sekeras ini terasa sulit. Saya percaya pada kemampuan saya sendiri, tapi saya masih kepikiran bakal jatuh di setiap tikungan, jadi dapat menang dengan jarak jauh meski ditekan lawan-lawan saya terasa hebat,” ungkapnya.

Race kali ini menjadi GP Indonesia dengan jumlah finisher paling sedikit, dengan hanya 12 pembalap melewati garis finish dari 22 peserta MotoGP yang terdaftar. Selain sembilan pembalap yang terjatuh atau mengalami kerusakan motor di hari Minggu, Miguel Oliveira (Trackhouse Racing) terpaksa absen setelah terjatuh pada sesi latihan Jumat dan harus naik meja operasi di Mataram.

Gelaran MotoGP akan melanjutkan tur Asia dengan bergeser ke GP Jepang yang diselenggarakan di Mobility Resort Motegi minggu depan (5-6/10). Setelah kesalahannya terbayar lunas pada race Minggu, Jorge Martin kembali melebarkan jaraknya dengan Francesco Bagnaia dengan jarak 21 poin. Sementara itu, setelah sama-sama gagal finish, peluang Enea Bastianini dan Marc Marquez dalam persaingan gelar juara dunia musim ini makin kecil, dengan sisa 10 race di lima seri tersisa.

 

Top 5 Race MotoGP Indonesia – Mandalika International Street Circuit
1.  Jorge Martin (Pramac Racing) [Ducati] 41 menit 4.389 detik
2.  Pedora Acosta (Gasgas Tech3) [KTM] +1.404 detik
3.  Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) [Ducati] +5.595 detik
4.  Franco Morbidelli (Pramac Racing [Ducati] +6.507 detik
5.  Marco Bezzecchi (Pertamina VR46) [Ducati] +6.772 detik (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Marco Bezzecchi #GASGAS Tech3 #motogp #sprint race #motegi #GP Mandalika #Miguel Oliveira #franco morbidelli #pertamina #GP Indonesia #Jorge Martin #yamaha #Ducati Lenovo #balapan #pecco #motogp indonesia #francesco bagnaia #ducati #fabio quartararo #honda #Mandalika International Street Circuit #mandalika #Race #motogp mandalika #balap motor #ktm #marc marquez #mataram #tekanan ban #Enea Bastianini #balap #Gresini Racing #Pedro Acosta