BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Persibo Bojonegoro bakal menjalani laga perdana Liga 2 melawan Gresik United pukul 15.30 Sabtu (7/9). Laga Grup 3 (timur) itu merupakani laga pembuka kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.
Didapuk sebagai tuan rumah di Stadion Letjend H. Sudirman (SLS), The Giant Killer optimistis bakal memberikan permainan terbaik serta menghibur untuk masyarakat Bojonegoro. Sementara itu, Laskar Joko Samudro (julukan Gresik United), bakal turun dengan kekuatan penuh dan tak gentar menghadapi tuan rumah.
Pelatih Persibo Regi Aditya mengatakan, pertandingan melawan GU menjadi penting bagi Persibo. Selain sebagai tuan rumah, juga merupakan laga perdana di Liga 2. Mantan pelatih PSBS Biak tersebut optimistis, meski dengan persiapan singkat.
’’Efektif hanya satu bulan persiapan. Tetapi, kami maksimalkan waktu yang ada sebaik mungkin,” terangnya. Regi mengakui skuadnya baru terbentuk dan terdapat satu-dua pemain belum dalam kondisi prima.
Namun, Regi memastikan anak asuhnya telah siap bertanding. ’’Baik secara taktikal, fisik, dan mental bisa dibilang siap untuk memberikan permainan terbaik untuk masyarakat Bojonegoro,” terangnya pada sesi press conference Jum'at (6/9).
Sementara itu, rekrutan anyar Persibo yakni Osas Saha mengaku kian bersemangat menghadapi pertandingan perdana. Terlebih melihat atmosfer sepakbola di Bojonegoro. ’’Luar biasa senang, karena atmosfer di sini dan kita siap berikan 100 persen untuk Persibo,” ungkap pemain naturalisasi tersebut.
Terpisah, pelatih Gresik United Stefan Rullin Keeltjes mengatakan, bahwa para pemainnya telah melakukan latihan maksimal jelang pertandingan ini. Bahkan, pihaknya mengaku tak gentar menghadapi partai pembuka melawan tuan rumah.
’’Karena sudah punya fighting spirit bagus, buat kami away atau home tidak masalah,” tegasnya. Mantan asisten pelatih Bali United itu memastikan, bahwa seluruh pemainnya dalam kondisi fit dan siap bermain.
Namun, pihaknya tak memungkiri atmosfer sepakbola di Bojonegoro menjadi salah satu hal positif bagi Persibo. ‘’Bojonegoro fanatisme suporternya bagus sekali, saya pernah main di tim ini pada 2008, jadi saya tahu Boromania semangatnya luar biasa,” bebernya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana