Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Perebutan Peringkat Tiga AFC U-23 Asian Cup: Indonesia Ditaklukkan Irak, Masih ada Jalan Terakhir Menuju Paris

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 4 Mei 2024 | 02:25 WIB
Satu-satunya langkah tersisa menuju Olimpiade Paris bagi Indonesia adalah playoff melawan Guinea di Perancis. (Foto: Dok. AFC)
Satu-satunya langkah tersisa menuju Olimpiade Paris bagi Indonesia adalah playoff melawan Guinea di Perancis. (Foto: Dok. AFC)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mimpi Indonesia mendapat tiket lolos otomatis ke Olimpiade Paris 2024 telah usai setelah timnas Indonesia U-23 dikalahkan Irak U-23 dengan skor 2-1. Saat dalam laga perebutan tempat ketiga AFC U-23 Asian Cup di Stadion Abdullah bin Khalifa Kamis malam (2/5). Satu-satunya jalan menuju Olimpiade kini hanya dengan memenangkan pertandingan playoff melawan wakil Afrika, Guinea seminggu mendatang (9/5).

Garuda Muda (julukan timnas Indonesia kelompok umur) datang ke pertandingan melawan Irak dengan beban berat. Selain hanya memiliki tiga hari istirahat, mereka juga kehilangan kapten mereka, Rizky Ridho yang absen karena diganjar kartu merah. Namun, Rafael Struick dapat dimainkan kembali setelah terkena akumulasi kartu.

Untuk menutupi lubang menganga tersebut, para penggawa Garuda Muda langsung tancap gas sejak babak pertama. Meskipun demikian, para pemain Irak langsung sigap mengawal lini belakang mereka, sehingga Garuda Muda cukup kesulitan menembakkan bola ke gawang.

Kegigihan penggawa Indonesia berbuah hasil di menit ke-19. Setelah percobaan Witan Sulaeman dapat dipatahkan lini belakang Irak, bola memantul ke arah Ivar Jenner, dan kemudian meluncur tanpa halangan ke gawang berhubung gagal diantisipasi oleh penggawa Irak.

Namun, delapan menit kemudian Irak mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan pojok. Meskipun tendangan pojok dapat ditepis Ernando Ari, dirinya kemudian terjatuh saat mendarat sehingga tidak sempat mengantisipasi sundulan dari Zaid Tahseen tepat di depan gawang.

Sejak momen tersebut, kedua tim saling melancarkan serangan. Namun, tidak ada yang mampu menambah pundi-pundi gol hingga akhir babak pertama. Indonesia juga mulai sering naik-turun lapangan untuk merebut bola dari kekuasaan penggawa Irak.

Di babak kedua, gol tambahan masih belum bisa dicetak oleh kedua tim. Jeam Kelly Sroyer hampir menjadi pahlawan negeri di menit ke-72, namun tendangannya terbang tipis di atas mistar. Beberapa detik kemudian Indonesia hampir saja kebobolan. Namun, Nathan Tjoe-a-on masih dapat membuang bola tepat di depan gawang meskipun harus menabrak jala gawang sendiri.

Hingga akhir babak kedua, skor masih sama untuk kedua belah pihak, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Meskipun demikian, penggawa Indonesia sudah nampak kelelahan akibat terus-menerus naik-turun lapangan serta dikawal oleh pemain-pemain Irak.

Akibatnya, di menit ke-96, lini belakang Indonesia gagal mengantisipasi Ali Jasim yang dapat menerobos pertahanan untuk menerima umpan lambung. Ali sukses memenangkan duel satu lawan satu dengan Ernando dan mencetak gol kedua untuk Irak.

Garuda Muda terus-menerus mencoba melakukan serangan balik, namun hingga peluit panjang berakhir tidak ada gol lain yang tercipta. Irak resmi merebut tiket ketiga untuk berangkat ke Olimpiade Paris 2024, sementara Indonesia harus berhadapan dengan Guinea di babak playoff.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih Irak, Radhi Shenaisil mengaku pertandingan melawan Indonesia sangat berat. “Pertandingan hari ini sangat sulit, terutama 15 menit terakhir berhubung taruhannya kesempatan ikut Olimpiade," ujar Radhi.

Radhi juga mengaku berencana merombak skuad yang akan diboyong ke Paris, berhubung Olimpiade cabang sepak bola membolehkan tim peserta diperkuat tiga pemain senior. “Pemain yang ada saat ini sangat layak berangkat ke Paris, namun berkaca pada Indonesia yang diperkuat pemain-pemain Liga Eropa, saya juga bakal memanggil pemain-pemain tambahan,” jelas Radhi yang juga berencana memperpanjang kontrak bersama timnas Irak.

Sementara itu, pelatih Indonesia, Shin Tae-yong (STY) mengaku anak-anak asuhnya kelelahan karena bertanding hampir di seluruh pertandingan, sehingga tidak dapat tampil prima. “Hampir semua laga, kecuali 1-2 pemain, kami memainkan pemain-pemain yang sama. Pemain-pemain saya benar-benar kelelahan,” jelas STY.

Karena itu, untuk menghadapi Guinea, STY berencana mengistirahatkan total seluruh penggawa Garuda Muda sebelum kembali berlatih. “Jadi rencananya kami akan fokus istirahat 2-3 hari tanpa main bola sekalipun, kemudian 3-4 hari sisanya kami fokus pada analisis dan meracik strategi. Saya ingin ada empat tim asal Asia di Olimpiade mendatang,” ujar STY.

STY juga percaya, hasil yang diraih anak-anak asuhnya merupakan pertanda masa depan cerah bagi sepak bola di Indonesia. “Sekarang para pemain saya punya pola pikir lebih baik dan mental lebih kuat. Mereka juga dapat mengikuti dan menikmati filosofi permainan yang saya terapkan, sehingga saya rasa hal tersebut berpengaruh pada perkembangan sepakbola Indonesia,” kata STY.

Dengan hasil ini, Irak lolos otomatis ke Olimpiade Paris 2024 dan bergabung ke Grup B bersama Argentina, Maroko dan Ukraina. Sementara itu Indonesia harus berhadapan dengan Guinea di babak playoff untuk memperebutkan tiket Grup A, yang terdiri dari Prancis, Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Perjuangan Garuda Muda dalam melawan Guinea tidak akan mudah karena banyak pemain mereka yang tampil di liga junior dan divisi kedua Liga Perancis dan Spanyol, serta divisi utama Liga Eropa lain seperti Swiss, Turki dan Yunani. Pertandingan playoff akan dilaksanakan minggu depan (9/5) pukul 19.00 WIB di Lapangan Institut Sepak Bola Nasional Clairefontaine, 50 kilometer dari Paris.

 

Hasil Perebutan Tempat Ketiga AFC U-23 Asian Cup (2/5)
Irak 2 – 1 Indonesia
(Zaid Tahseen 27’, Ali Jasim 96’ / Ivar Jenner 19’) (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#irak #STY #afrika #shin tae-yong #U-23 #ernando ari #Asian Cup #playoff #olimpiade 2024 #olimpiade #afc #guinea #paris #Ivar Jenner #perebutan tempat ketiga #AFC Asian Cup #Nathan Tjoe A On #Jeam Kelly Sroyer #Rafael Struick