Prestasi terbilang menurun, karena terlempar 10 tingkat dari tahun lalu yang mana menempati urutan ke-16 pada klasemen perolehan medali Porprov 2022. Kontingen Bojonegoro meraih 12 emas, 12 perak, dan 20 perunggu pada Porprov 2022. Sedangkan, Porprov 2023 hanya berhasil menyumbang 7 emas, 19 perak, dan 18 perunggu.
Posisi klasemen perolehan medali Bojonegoro anjlok tidak terlepas dari turunnya medali emas cabang olahraga (cabor) angkat besi dan atletik. Juga cabor lain yang tak mampu meraih medali sama sekali.
Pada Porprov 2022 angkat besi meraih 19 medali. Terdiri atas 7 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Sedangkan, 2023 hanya meraih 3 emas, 11 perak, dan 3 perunggu. Sementara itu, atletik di 2022 meraih 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Namun, pada 2023 berkurang menjadi 1 emas, 3 perak, dan 7 perunggu.
Sehingga tercatat medali emas angkat besi berkurang empat medali emas dan atletik kehilangan tiga medali emas. Sedangkan cabor lainnya tidak mampu menyumbangkan emas, hanya catur yang tampil gemilang dengan dua emas dan bola tangan putra mempertahankan emas dari tahun lalu.
Pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bojonegoro Ahmad Rizani mengatakan jumlah medali sama dengan tahun lalu, tepatnya 11 medali. Namun, perbedaan medali emas yang diperoleh berkurang.
Rizani menjelaskan berkurangnya medali emas yang diperoleh akibat minimnya sarana latihan. Terlebih musim kemarau membuat tanah Lapangan Desa Padangan keras. Sehingga tak bisa digunakan berlatih.
‘’Fasilitas sangat berpengaruh untuk satu bulan persiapan porprov. Tulang kering sakit karena latihan di jalan raya,” ungkapnya.
Menurut Rizani pergantian atlet turut berpengaruh. Selain, munculnya lawan bagus hingga kejuaraan yang pelaksanaan mepet dengan porprov.
Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Bojonegoro Zubaidi mengatakan peralatan angkat besi yang sudah tidak layak berpengaruh pada performa lifter. Sedangkan, alat pinjaman dari Dinas Kepemudaan dan Olahgara (Dispora) Bojonegoro diberikan sebulan sebelum porprov.
‘’Kendala terbesar setiap tahun sarana latihan,” ungkapnya.
Zubaidi mengakui perfoma lifter Bojonegoro menurun. Selain dari sarana dan prasarana latihan, mental menjadi faktor lain. Para lifter yang tahun lalu meraih emas tidak mampu mempertahankan pencapaiannya.
‘’Anak-anak juga mengikuti upacara pembukaan porprov, sehingga kurang waktu istirahat,” jelasnya.
Faktor Peringkat Porprov 2023 Turun
- Perolehan medali emas angkat besi dan atletik turun
- Angkat besi dan atletik minim sarana latihan
- Cabor lain tak mampu menyumbang medali emas
- Cabor lain hanya catur dan bola tangan mampu meraih medali emas.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal terkait menurunnya perolehan medali emas porprov tahun ini. Selain itu, evaluasi dengan para pengurus cabor juga dilakukan.
‘’Nanti jika sudah dilakukan evaluasi,” ungkapnya. (irv/bgs)