Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Finishing Jadi Fokus Evaluasi Persela

Indra Gunawan • Senin, 6 September 2021 | 18:30 WIB
Finishing Jadi Fokus Evaluasi Persela
Finishing Jadi Fokus Evaluasi Persela

Radar Lamongan - Jajaran pelatih Persela mengevaluasi kekalahan tipis 1-0 atas PSIS, Sabtu lalu (4/9). Penyelesaian akhir yang masih lemah menjadi perhatian penuh jelang menghadapi Persipura, Jumat sore (10/9). 


‘’Kami masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memperbaiki finishing,’’ tutur Head Coach Persela, Iwan Setiawan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/9). 


Persela sebenarnya memiliki peluang emas lebih banyak dari Laskar Mahesa Jenar - julukan PSIS. Terhitung, ada dua shot on goal yang berhasil digagalkan oleh Kiper PSIS, Jandia Eka Putra. ‘’Ibra memiliki sejumlah peluang yang seharusnya menjadi gol. Itu menjadi perhatian kita,’’ imbuh pelatih 52 tahun tersebut. 


Iwan memang tidak memiliki banyak alternatif pemain saat melawan PSIS. Karena banyak pemain yang absen. Perubahan strategi dengan menempatkan Malik sebagai striker juga tak membuahkan hasil. Selain itu, Riyatno Abiyoso tampil di bawah performa terbaiknya. Kontrol bolanya lemah. Beberapa kali Abi kehilangan bola dengan mudah.


‘’Pemain depan kita minta untuk lebih tenang lagi di laga selanjutnya,’’ ujar pelatih kelahiran Banda Aceh tersebut. Sedangkan lini tengah, lanjut dia, juga kurang solid. Akibat absennya Guilherme Batata Felipe de Castro. Bahkan di bangku cadangan tidak memiliki pemain berposisi sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang. Sehingga, Iwan harus memaksakan Ahmad Bustomi bermain penuh.


‘’Sebenarnya seusia Bustomi kan tidak bisa bermain penuh. Tapi kita tidak memiliki pilihan,’’ ujar pelatih berkacamata tersebut. Sementara itu, lini pertahanan Persela sebenarnya cukup solid. Meski tanpa Demerson Bruno Costa. M Zaenuri dan Andri Muliadi mampu menjadi tembok kokoh. Namun, masih terdapat lubang di kanan dan kiri Persela.


Ahmad Birrul Walidain dan Nashir Buya kerap terlambat turun ketika usai membantu serangan. Itu terbukti dari beberapa kali peluang yang diciptakan PSIS melalui true pass dari sisi kanan dan kiri pertahanan Persela. Inskonsistennya bek sayap harus dibayar mahal. Ketika Riyan Ardiansyah mampu membobol gawang Dwi Kus setelah memperdayai Birrul di menit akhir pertandingan. Tapi secara umum, skuad Persela mampu bermain allout meski tanpa pemain asing. ‘’Kami banyak mendapatkan pelajaran berharga dipertandingan pertama kemarin,’’ terang Iwan saat dikonfirmasi via ponsel.

Editor : Indra Gunawan
#persela lamongan #berita lamongan #berita daerah #persela #liga 1