BERLATAR belakang sebagai guru seni budaya sekaligus seniman, Moh. Burhanudin akrab dengan kearifan lokal dan budaya sekitar. Dari seni dan budaya, ia mengaku, jadi lebih memahami nilai-nilai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. ‘’Karena itu saya lebih suka dan aktif di berbagai kegiatan seni, sastra, dan kebudayaan, khususnya di Bojonegoro,” ucap pria yang kini menjabat Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Margomulyo itu.
Baca Juga: Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang
Menurut dia, banyak budaya yang harus dijaga. Salah satunya ajaran Samin Surosentiko. Bagi dia, bertugas di wilayah barat lokasi Kampung Samin berada merupakan anugerah tersendiri. Dari situ, kata ia, jadi lebih dekat dalam mempelajari dan mengetahui Samin lebih dekat. Bahkan, pria yang sebelumnya aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini membangun kedekatan ke tokoh adat Samin.
Ia kerap ndodok lawang atau bertandang ke rumah masyarakat Samin untuk belajar dan mengenal. Ia ingin menggaungkan dan kampanye seni dan budaya lokal. Patut dijaga dan dilestarikan. ‘’Apalagi di sekolah ini harus maju, tapi jangan sampai kehilangan akar budayanya,” tutur pria yang sebelumnya menjara di SMKN 5 Bojonegoro itu. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah