Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Abdul Jalil: Cinta Sastra

D
Penulis: Dewi Safitri❯
Abdul Jalil
Abdul Jalil

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dunia sastra dan teater menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup Abdul Jalil. Pria bergelar Magister itu mengemban amanah sebagai Kepala UPT SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro. Namun, kecintaannya pada sastra tak pernah benar-benar ditinggalkan.

Minat Jalil, sapaan Abdul Jalil, terhadap puisi dan drama tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Berbagai prestasi lomba cipta maupun baca puisi berhasil diraih hingga mengantarkannya menjadi juara Baca Puisi Peksiminas Perguruan Tinggi Negeri pada 1990 di Universitas Negeri Jember saat menempuh pendidikan di IKIP Negeri Malang, kini Universitas Negeri Malang.

Advertisement

Selama kuliah, Pria 56 tahun tersebut, aktif di Teater Angan-Angan. Bersama komunitas teater jurusannya itu, ia mementaskan sejumlah naskah drama di berbagai kampus hingga menjadi pengisi suara sandiwara radio garapan Teater Angan-Angan yang diproduksi atas pesanan Kalbe Farma.

Ketertarikannya pada sastra berlanjut ke penulisan kajian. Sejumlah analisis berupa buku dan artikel ilmiah pernah dimuat di Majalah Sastra Jembatan Merah, Jurnal At-Tuhfah STAI Sunan Giri Bojonegoro. Serta berbagai artikel lepas lainnya.

"Pernah juga berdiskusi sastra bersama almarhum Anas, wartawan Radar Bojonegoro," kenangnya.

Advertisement

Lulusan SMAN 1 Bojonegoro itu sempat bercita-cita kuliah di Fakultas Sastra UGM. Namun, atas saran gurunya, ia memilih IKIP Malang dan memperoleh beasiswa ikatan dinas hingga lulus pada 1994.

"Jika ingin manfaat ilmunya, masuk saja ke IKIP," kenang Jalil menirukan nasihat gurunya.

Karirnya sebagai pendidik dimulai di SMAN 1 Kedungadem pada 1995. Kemudian, pada 2004 dimutasi ke SMAN 1 Bojonegoro hingga 2022. Ia dipercaya memimpin SMAN 1 Gondang pada 2022. Dan, sejak 2025, Jalil memimpin SMAN 1 Sugihwaras hingga saat ini.

Bagi Jalil, hidup ibarat panggung teater. Hanya berharap peran yang dimainkan sesuai skenario-Nya. Mengarah pada kebaikan dan kebermanfaatan. Pilihannya, pasti jatuh pada peran protagonis.

Sementara itu, menjadi perannya saat ini, yakni sebagai Kepala Sekolah. Menurutnya, adalah menuntut benteng integritas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

Moh. Burhanudin: Kampanyekan Seni dan Budaya Lokal

BERLATAR belakang sebagai guru seni budaya sekaligus seniman, Moh. Burhanudin akrab dengan kearifan lokal dan budaya sekitar. Dari seni dan budaya, ia mengaku, jadi lebih memahami nilai-nilai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

Nanin Meipuspa Ranie: Menjaga Ilmu Bahasa Jepang

KESIBUKAN sebagai kepala sekolah tidak membuat Nanin Meipuspa Ranie meninggalkan dunia yang pernah digelutinya.

Tuwuh Handayani Mendapat Gelar Doktor di Usia 52 Tahun

Tuwuh Handayani Mendapat Gelar Doktor di Usia 52 Tahun

USIA bukan penghalang untuk terus belajar. Di usia 52 tahun, Tuwuh Handayani berhasil menuntaskan pendidikan doktor (S-3) Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 4,00, predikat cumlaude.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer