PRINSIP Ma’sum adalah menjadi orang yang bermanfaat, salah satunya mengajar santri madrasah diniyah (madin) warisan orang tua setiap selepas salat maghrib.
‘’Mengajar santri madin setiap hari setelah salat maghrib. Awalnya dari orang tua. Sekarang masih konsisten mengajar sekitar 40 santri,’’ tutur Kepala SDN Padangmentoyo, Kecamatan Kapas itu.
Dalam mengajar santri itu, bagi dia tidak membebankan biaya sedikitpun. Bahkan, seringkali memberi makanan hingga kain untuk seragam. Sebab, prinsipnya ingin menyebarkan hal baik dan membentuk karakter beradab kepada anak sejak dini.
‘’Karena barang siapa mempermudah urusan orang lain, maka akan dipermudah urusannya. Ini sudah paten tidak bisa diganggu gugat,’’ tegas pria asal Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana