RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi Kuntum Khaira Ummah, silat memiliki segudang manfaat. Bukan sekadar untuk menjaga diri dan orang lain, tapi ada budaya dan tradisi yang harus dijaga.
"Saya suka olahraga tepatnya silat Tapak Suci. Saya tertarik karena silat berguna untuk menjaga diri dan orang lain serta melestarikan budaya Indonesia agar tidak hilang," tutur pelajar akrab disapa Kuntum itu.
Baca Juga: Egrita Chika Riftika: Harus Pintar Membagi Waktu Antara Pencak Silat dan Pendidikan
Ia sudah aktif mengikuti pencak silat besutan Muhammadiyah itu sejak kelas 4 sekolah dasar (SD). Latihan dua kali seminggu hingga tiga sampai empat kali seminggu saat persiapan event atau kompetisi. "Biasanya kalau mau event latihan malam," katanya.
Pelajar asal Kecamatan Kota itu mengungkapkan, semangatnya mengikuti latihan tak lepas dari cita-cita ingin menjadi atlet hebat yang membanggakan keluarga. Selain itu, kata dia, pelatihnya asik dan mudah dipahami. Ia pun aktif mengikuti berbagai lomba silat dan berhasil memboyong sejumlah piala.
Baca Juga: Jihan Anggraeni, Suka Traveling untuk Lepas Penat dan Menambah Wawasan
Di antaranya Juara 3 Barrie Irsyad Cup, Juara 2 Brawijaya Cup, Juara 2 Alisco, Juara 3 Tugumuda Champ, Juara 3 Dandim Championship, Juara 1 Bojonegoro Championship 1, Juara 3 Tapak Suci Student National Champ, Juara 2 Ngawi Championship 4, hingga Juara 3 Bojonegoro Championship 2.
"Saya dilatih sama Pak Ibrahim. Mulai kelas 5 SD sudah ikut lomba kabupaten dan nasional. Pertama lomba jujur ada rasa grogi dan takut, tapi lama-lama terbiasa dan sudah pernah juara 1, 2, dan 3 membawa nama kontingen Gasts Banter," ucap pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 9 Bojonegoro itu. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari