MEMBACA novel menjadi kebiasaan Rinandani Fulan Agustin sejak kecil. "Kegiatan ini (baca novel) saya lakukan rutin ketika sudah memasuki waktu yang memang sudah saya jadwalkan untuk membaca," ucap perempuan akrab disapa Nana itu.
Melalui novel, kata dia, belajar memahami berbagai sudut pandang, memperkaya imajinasi, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis. Seiring berjalannya waktu, kesukaannya pun berkembang.
Tak hanya novel, tapi juga karya fiksi, informasi seperti berita, isu sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, hingga artikel astronomi.
"Kini saya tidak hanya membaca novel, tapi juga karya fiksi hingga artikel astronomi dan topik-topik lain yang menambah wawasan," ujar pelajar Prodi Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu.
Ia mengaku, kegiatan membaca hampir setiap hari dilakukan. Baik ketika memiliki waktu luang maupun saat ingin mencari referensi dan memperluas perspektif terhadap suatu persoalan.
"Kalau saat ini selain menjalankan perkuliahan saya juga aktif mengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris, sebagai bentuk implementasi ilmu yang saya pelajari sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan," tutur Nana.
Baca Juga: Nihayatul Chusna: Jadi Guru Mengaji Wajib Sabar
Selain itu, lanjut dia, juga sedang aktif dalam organisasi eksternal mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Dia meyakini, organisasi merupakan ruang belajar yang membentuk karakter, melatih kemampuan berpikir kritis, membangun kepekaan sosial, hingga mengasah kapasitas dalam berdiskusi serta berkolaborasi.
"Bagi saya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, pengabdian, dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas yang memberikan nilai kebermanfaatan," tutur perempuan asal Kecamatan Gayam itu. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko