AROMA bumbu yang mengepul dari dapur, menjadi ruang belajar sekaligus tempat Fidayatul Kusniah menyalurkan kreativitasnya.
Mahasiswi Semester 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bojonegoro ini menjadikan memasak sebagai hobi yang tak sekadar mengisi waktu luang, tetapi sarana berbagi kebahagiaan kepada orang-orang terdekat.
Perempuan yang akrab disapa Fida itu, mulai menyukai dunia memasak sejak masih duduk di bangku sekolah. Ketertarikannya muncul saat melihat sang ibu dan anggota keluarga lainnya mengolah berbagai hidangan di rumah. Dari rasa penasaran, ia mulai mencoba membantu hingga akhirnya berani memasak sendiri.
‘’Kegiatan ini menyenangkan. Dapat mengasah kreativitas dan memberikan kepuasan ketika hasil masakan dapat dinikmati oleh keluarga maupun teman,’’ ujarnya.
Gadis asal Dukuh Bujel, Desa Suwaloh, Kecamatan Balen tersebut gemar mencoba berbagai resep makanan dan minuman. Mulai masakan tradisional hingga menu kekinian yang banyak ditemukan di media sosial.
Tak semua proses berjalan mulus. Fida mengaku, pernah beberapa kali gagal saat pertama kali belajar memasak. Namun, dari kegagalan itu ia belajar lebih teliti dalam memahami resep dan karakter bahan makanan. Kini, hasil masakannya kerap mendapat pujian dari keluarga. Bahkan, sang ayah menjadi salah satu penggemar setia masakannya.
Ke depan, Fida berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya, mencoba lebih banyak resep baru, dan membagikan hasil karyanya kepada lebih banyak orang. Baginya, memasak bukan sekadar membuat makanan, melainkan cara sederhana untuk menyebarkan kebahagiaan dengan penuh ketulusan.
‘’Melalui hobi ini, saya belajar untuk lebih sabar, kreatif, dan terus berkembang dalam mencoba hal-hal baru,’’ kata perempuan 19 tahun tersebut. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana