Kabupaten Bojonegoro memiliki banyak potensi, termasuk di bidang bisnis. Hal itu mendorong Vedhasari Puspita untuk membangun usaha makanan dan minuman (F&B). Berbeda dari kebanyakan pelaku usaha, dia mengusung konsep klasik pada bisnis kulinernya. Tidak hanya dari sisi ruangan dan properti, menu yang disajikan pun bernuansa klasik.
“Namun, saya tetap tidak mengabaikan makanan yang sedang tren,” ujar owner Restoran Tjap Nyonya tersebut.
Bagi Vedha, bisnis F&B merupakan pengalaman baru. Dia harus mempelajari semuanya dari nol karena tidak memiliki latar belakang di bidang kuliner. Meski begitu, jiwa entrepreneur yang dimilikinya membuat dia tidak mudah menyerah. Vedha bahkan rela mengikuti berbagai kursus berbayar demi memahami seluk-beluk bisnis tersebut.
Dia tidak ingin sekadar menjalankan usaha, tetapi juga total dalam mengembangkannya.
“Enam bulan pertama bisnis ini dibuka, saya sampai kurang tidur. Saya terus memantau perkembangannya,” jelas perempuan yang berprofesi sebagai notaris itu.
Konsep klasik yang diterapkan juga melalui pertimbangan matang. Salah satunya karena konsep tersebut masih jarang ditemui di Bojonegoro. Dengan begitu, usahanya diharapkan memiliki ciri khas tersendiri dan mampu menjadi tren baru.
“Saya memang kolektor benda-benda klasik. Selama ini hanya tersimpan di gudang. Saya ingin banyak orang bisa menikmati benda-benda klasik itu,” tutur perempuan asal Malang tersebut.
Vedha menyadari bisnis F&B sangat bergantung pada tren. Sebuah menu bisa laris dalam waktu singkat karena viral di media sosial. Namun, ketika tren itu mereda, popularitas menu juga bisa ikut menurun. Karena itu, dia rutin memantau perkembangan pasar agar tidak tertinggal informasi mengenai makanan dan minuman yang sedang diminati konsumen. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana