Bagi Viana Putri Setya Budiyana, kesetaraan gender bukan sekadar wacana. Mahasiswi Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) ini meyakini, perempuan dan laki-laki seharusnya memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, berkontribusi, dan saling menghargai.
“Kesetaraan gender itu bukan tentang perempuan menggantikan peran laki-laki. Tapi bagaimana keduanya berjalan beriringan, saling menghormati, dan saling menghargai,” tutur Viana.
Gadis 19 tahun asal Desa Bareng, Kecamatan Sugihwaras ini menaruh perhatian besar pada isu perempuan sejak duduk di bangku SMA. Ketertarikannya pada dunia pageant menjadi salah satu medium yang ia pilih untuk belajar percaya diri, menyampaikan gagasan, dan memperluas peran di ruang publik. Pada 2023, ia sempat menjadi finalis Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro.
Belakangan, Viana mengikuti ajang Miss Bintang Jawa Timur 2025 dan meraih gelar pemenang. Namun baginya, pencapaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas dampak.
Sebagai mahasiswa teknik sipil, Viana juga ingin mematahkan stigma bahwa bidang tertentu hanya milik satu gender. Ia menilai perempuan berhak memperoleh kesempatan yang sama, baik di dunia pendidikan maupun ruang sosial.
Ke depan, Viana akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi, dan pemberdayaan perempuan. “Perempuan harus diberi kesempatan yang sama untuk berkiprah di ranah publik,” pungkasnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana