DI TENGAH kesibukan kerja dan kuliah yang padat, Nuzilatur yang akrab disapa Nuzila, menjalani hari-harinya dengan satu kebiasaan sederhana namun konsisten: belajar.
Perempuan asal Desa/Kecamatan Kapas ini mengaku tak memiliki hobi yang terlalu spesifik. Baginya, waktu luang justru lebih sering diisi dengan hal-hal yang menantang pikiran.
“Rutinitas saya lebih banyak mempelajari hal baru. Rumus matematika, grammar, dan mata pelajaran lain,” tutur mahasiswi IKIP PGRI Bojonegoro itu.
Di akhir pekan, Nuzila sesekali menyempatkan diri jogging di stadion. Namun, cuaca yang tak menentu membuatnya lebih memilih berada di dalam ruangan. Meski begitu, semangatnya untuk terus berkembang tak pernah surut.
Salah satu fokus utama yang kini ia tekuni adalah bahasa Inggris, terutama kemampuan menerjemahkan. Bagi Nuzila, belajar bahasa bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bekal penting untuk membuka peluang lebih luas di masa depan.
Perempuan berjilbab ini tak muluk-muluk, hanya ingin kehidupannya ke depan menjadi lebih baik. “Semoga hidup saya bisa bermanfaat untuk sesama,” ujarnya singkat, namun penuh makna.
Di tengah ritme hidup yang serba cepat, Nuzila memilih berjalan pelan namun pasti menikmati proses, memperkaya diri dengan ilmu, dan menyiapkan masa depan dengan kesungguhan. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana