AROMA kue menguar lezat dari dapur Gara Rana Paranina. Home baker 27 tahun ini hobi berbagai macam jenis kue. Tidak hanya sebagai pekerjaan, melainkan bahasa untuk berbagi kebahagiaan dengan siapapun yang mencicipinya.
Gara, sapaan Gara Rana Paranina, mulai jatuh cinta pada baking sejak masih SMA. Kala itu, hanya sekadar meniru resep cake yang berseliweran di media sosial.
Namun siapa sangka, kebiasaan tersebut berubah menjadi bisnis manis setelah lulus kuliah pada 2021.
“Awalnya hanya membuat kue untuk keluarga dan teman-teman. Karena melihat peluang yang cukup besar pada saat itu, dengan kreativitas yang saya miliki, saya percaya diri untuk menjual kue tersebut,” ujar alumni S-1 Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro tersebut.
Bagi Gara, baking, terutama membuat kue tar, adalah ruang untuk menumpahkan kreativitas.
Empat tahun berkecimpung, Gara tak pernah bosan terus-terusan mengasah skil. Bahkan, pernah mengikuti workshop hingga belajar langsung dari para chef hebat.
“Paling berkesan ketika berhasil membuat kue-kue wedding untuk teman terdekat saya,” kisahnya.
Cerita pelanggannya pun tak kalah berwarna. Ada yang datang dengan permintaan super spesifik, ada yang bercerita panjang tentang hidupnya, bahkan ada yang membatalkan pesanan karena diputuskan pacar. Semua itu menjadi bumbu yang membuat Gara semakin mencintai proses ini.
Meski kini harus membagi waktu antara bisnis dan mengasuh bayi, namun perempuan tinggal di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen tersebut, tiada lelah dan terus melangkah. Meski harus membagi energi dan terkadang bekerja tengah malam saat pesanan ramai. Namun, ia bersyukur atas kesempatan yang menghampiri.
“Saya ingin membagikan passion dalam baking kepada lebih banyak orang, bisa semakin berkembang dalam dunia baking, dan suatu hari bisa membuka toko kue sendiri,” harapnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko