SETIAP hari selalu ada kegiatan dilakukan Deni Pratiwi. Dari kuliah hingga mengajar madrasah dan les. Sejak pagi sampai malam seakan sedikit waktu luang. Ia mengungkapkan, kesibukannya dimulai sejak pagi hari.
’’Pagi saya mengajar di madrasah, siang kuliah, sore mengajar les, dan malamnya saya gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah,” ucap Deni, sapaannya. Dari padatnya jadwal, ternyata ia belajar banyak hal, terutama manajemen waktu.
Juga, menjaga semangat dan tetap fokus meski aktivitas tak pernah berhenti. Menurutnya, bisa melakukan semua hal itu layak disyukuri. Terlebih, kampus tempatnya belajar memiliki jam belajar yang fleksibel.
’’Jadi, tetap bisa menekuni dunia pendidikan yang saya cintai tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaan,” katanya. Warga Kecamatan Sukosewu inu pun bercerita, ia lahir dari keluarga sederhana.
Tapi, ia percaya dengan niat, tekad, dan usaha yang kuat, tidak ada hal yang tidak mungkin. Justru menjadi bahan bakar untuk terus berjuang. Diiringi doa orang tua. Meski begitu, Deni kerap kali merasa lelah dan hampir menyerah.
’’Tapi, saya percaya ujian selalu membawa pelajaran berharga. Membuat saya lebih kuat dari sebelumnya dan banyak alasan untuk tetap berjuang,” ujarnya. Bagi mahasiswi Prodi Tadris IPS IAI Al-Fatimah Bojonegoro ini, menjadi mahasiswa sambil bekerja bukanlah beban, tapi kesempatan untuk tumbuh dan belajar.
Bahkan, dari situ bisa belajar bagaimana berjuang tanpa menyerah. Ia ingin berbagi semangat bagi teman-teman Gen Z, bahwa jangan takut bermimpi dan jangan malu berjuang dari bawah. ’’Tidak apa-apa lelah, asal jangan berhenti,” tuturnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana