MENEPIS rasa malas susah dilakukan banyak orang dari berbagai kalangan. Termasuk santri penghafal Alquran, hafiz/hafizah. Namun, meski rasa malas kerap menghantui tak membuat hafalan berhenti. Layaknya Ilfi Mirror Tsalatsa, salah satu hafizah Bojonegoro.
Kini, perempuan yang kerap disapa Ilfi itu sedang menikmati kesibukannya sebagai mahasiswi sekaligus santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatimah. Dan, ikut program tahfidz yang kini sudah hatam.
"Saat ini aku lagi mondok dan mencari ilmu di Al-Fatimah. Sebenarnya juga sedang ikut program tahfidz dan Alhamdulillah sudah hatam," ucap mahasiswi Jurusan Psikologi Islam itu.
Ia mengungkapkan, dalam menuntaskan hafalan tantangan paling berat yakni di rasa malas. Kalau tidak dilawan membuat gagal sukses. Dalam menghadapi itu, Ilfi mengaku, ada cara tertentu.
Berpikir tentang masa depan dan mengingat orang tua di rumah. Perempuan 19 tahun ini sering setor hafalan pada siang hari. "Alhamdulillah sudah 30 juz. Selesai sekitar 3,5 tahun," imbuhnya.
Menurut dia, paling terisak salah satu surat daman Alquran, surat Al-Jin. Sebab, kata dia, kalau dibuat setoran hafalan ada hal mistis di dalamnya. "Salah satu teman waktu setoran surat itu merasakannya seperti dipanggil nama dan lampu mati," katanya.
Di sela kegiatannya menimba ilmu, Ilfi mengaku juga tengah menikmati hobi barunya sejak 2024. Bermain Roblox. "Suka muncak di Roblox karena memang seru dan kece. Biasa aku lakuin setiap hari tanpa jeda kalau gabut," ucapnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana