Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa S-1 PGSD Universitas Terbuka, Nurma Maisaroh, tetap meluangkan waktu untuk menekuni hobinya dalam berkegiatan membatik di sekolah-sekolah.
Ketertarikan tersebut bermula pada Juni 2025, saat ia diajak teman ikut proyek batik. Awalnya hanya mengisi waktu luang, namun kini menjadi kegiatan yang membawa banyak pengalaman berharga.
“Membatik itu seru, tidak membosankan, tentunya menambah relasi di instansi dan bertemu dengan anak-anak,” kata gadis 19 tahun tersebut.
Perempuan akrab disapa Sasa itu menegaskan, membatik bukan sekadar proses mencanting dan mewarnai kain. Tapi, juga seni yang melatih kesabaran serta memperluas relasi.
Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan video Hari Batik hingga seminar batik Bojonegoro. Bahkan, kegiatannya pernah mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bojonegoro.
Bagi perempuan asal Desa Ngeper, Kecamatan Padangan tersebut, melihat hasil batik setelah melalui proses panjang adalah kepuasan tersendiri. Meski sempat kewalahan karena jadwal membatik kerap berbenturan dengan kuliah, namun semangatnya tak surut.
“Harapannya, kegiatan ini bisa membantu UMKM untuk maju, promosi batik melejit, dan ekonomi semakin baik,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana