RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - SELALU excited tiap kali melihat buku dirasakan Meysa Afriska Dewi sejak kecil. Perempuan kerap disapa Meysa ini mengungkapkan, sudah bisa baca tulis sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Saat itulah rasa cinta dan nyaman dengan buku dimulai. ’’Saya selalu excited tiap lihat buku. Dan, sering diajak beli oleh ayah di Toko Buku Nusantara,” ucapnya. Karena semasa kecil jarang bermain bersama teman sebaya, dia mengaku, berteman erat dengan buku.
Tiada hari tanpa baca buku. Karena kesukaannya itu, dia sering kali mengunjungi perpustakaan sekolah. Berlanjutlah kebiasaan ini hingga ia di jenjang SMA. ’’Bahkan, saat ini juga di bangku perkuliahan,” ungkap mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu.
Meysa melanjutkan, selalu membaca buku saat luang dan ketika merasa stres mengerjakan tugas. Selain membaca, ia juga meluapkan perasaannya melalui tulisan. Terlebih kala badmood atau suasana hati jelek.
’’Suka menulis juga untuk melampiaskan perasaan. Itu terbukti bisa melegakan. Sederhananya curhat lewat tulisan. Kalau buku, semua genre suka, kecuali horor,” katanya. Akhir-akhir ini, tambah dia, lebih suka buku bukan sekadar novel yang berkaitan self-improvement.
Meski, menurutnya, hingga kini juga masih baca novel. Meysa mengatakan, paling suka membaca buku cetak. Sedangkan, jika digital lebih suka yang berbentuk e-book. Karena kalau banyak halaman nyaman menggunakan buku cetak.
’’Selain itu, aroma buku nondigital atau cetak tuh beda. Justru itu yang bikin sensasi membaca jadi berbeda,” tutur perempuan 20 tahun itu. Dia menyampaikan, membaca selalu dilakukan di sela kegiatannya saat ini sebagai pengajar di salah satu TPQ dan mengajar les anakSD.
’’Tapi, karena liburan kemarin saya isi magang di Kantor Notaris Surabaya. Dan, sekarang lagi suka edit berita, khususnya straight news,” pungkas warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk itu. (yna/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko