JIWA seni dan sastra melekat kuat dalam diri Iftita Damai Agitasaria. Selain memiliki keahlian di bidang seni musik, vokal, hingga tari. Perempuan 24 tahun tersebut juga senang menikmati karya sastra. Seperti, puisi hingga novel.
Berbagai kegiatan di bidang seni dan sastra diikutinya selama kuliah. Mulai dari bergabung dengan BSO musik, UKM Paduan Suara Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), hingga KSO Karawitan FIB Unair atau sering disebut BSO Pakar Sajen.
’’Aku juga bisa di seni-seni yang ada langgam Jawanya. Misal, karawitan dan seni tari tradisional,” ujar alumni S1 Bahasa dan Sastra Inggris Unair Surabaya tersebut. Tidak hanya hobi di bidang seni dan sastra, gadis kerap disapa Tita tersebut juga memiliki kesenangan lain.
Yakni, berbicara di depan publik. Perempuan asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota itu senang menyibukkan diri bersama banyak orang. Bahkan, ia pernah menjadi finalis duta sekolah ketika masih SMA dan Finalis Duta FIB Unair semasa kuliah.
Tita memiliki prinsip untuk menjadi wanita yang memiliki 4-B. Yakni, brain, beauty, behavior, dan brave. Baginya, sederet keahlian yang dimiliki tersebut masih kurang. Apabila hanya berkembang di kegiatan non akademik saja. Sehingga, ia menyeimbangkan antara akademik dan non akademik.
‘’Meskipun punya keahlian di luar akademik, akademiknya juga harus bagus. Biar punya privilege jadi wanita cerdas, cantik, dan berkelas,” kata guru SDN Beged, Kecamatan Gayam, Bojonegoro tersebut. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana