BERANGKAT dari dorongan orang tua, kini seni bela diri karate menjadi hobi dan kegiatan rutin dilakukan Nabila. Gadis 19 tahun asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen itu terjun ke dunia karate sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Hingga kini, ia masih aktif latihan dan meningkatkan keterampilan. Bahkan, latihannya empat kali dalam seminggu. ’’Sampai sekarang masih ikut latihan. Awalnya arahan dari orang tua. Terinspirasi dari bapak juga yang dulu suka olahraga bela diri, tapi di pencak silat,” ucap Bila, sapaan akrabnya.
Menurutnya, olahraga tidak hanya meningkatkan ketahanan fisik, juga meraih prestasi. Sejauh ini dia berhasil mengantongi lima juara. Dan, menjadi perwakilan Bojonegoro dalam seleksi olimpiade olahraga siswa Nasional tingkat Jawa Timur (Jatim).
Lima juara di antaranya Juara III Komite Perorangan Putri Piala Kemenag Bojonegoro ke-II dan Juara III Kejuaraan Rugby Piala Rektor Unugiri se-Jatim 2023. Kemudian, Juara III Kejuaraan Karate Jatim Piala Pangdam V/Brawijaya 2023.
Serta, Juara II Komite Senior Putri dan Juara I Komite SMA Putri Kejuaraan Open Karate Tournament se-Jatim Piala Ketum Forki Tuban 2023. Mahasiswi Stikes Rajekwesi Bojonegoro itu mengaku, karate dapat melatih kesabaran, kedisiplinan, hingga mental.
Sebab, dalam karate diajarkan menjadi sosok mandiri dan kuat. Terlebih ketika mengikuti lomba membuat kesabaran semakin terasah dan harus siap menerima segala risiko. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari