Menikmati terpaan angin segar dengan melihat indahnya pemandangan dari ketinggian permukaan laut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Luluk Rosydah. Keindahan alam yang tersaji seolah menjadi obat tersendiri atas segala rasa lelah yang dilalui.
Mendaki selalu menjadi pilihan untuk mencari ketenangan, apabila banyak bersarang persoalan yang mengganggu pikiran. ’’Mendaki menjadi hobi sekaligus self reward untuk beberapa hal yang telah saya lalui,” ujar perempuan asal Desa/Kecamatan Gondang tersebut.
Remaja 20 tahun tersebut mulai hobi mendaki gunung sejak duduk di bangku SMA. Selain bisa menghilangkan beban pikiran, baginya mendaki juga memiliki banyak manfaat lainnya yang tak kalah menyenangkan.
Seperti, mendapat teman baru, saling berbagi logistik di jalur pendakian, hingga saling mengobrol ketika berada di pos peristirahatan. Mendaki juga merupakan wujud dari mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan.
Mahasiswa S-1 Sosiologi tersebut mengatakan, bagian paling disuka saat mendaki adalah ketika sampai di puncak. Keindahan pemandangan dari atas, terlebih melihat matahari terbit dan tenggelam dengan sangat indah seolah membayar lunas segala rasa lelah.
Meski tidak mudah untuk menaklukkan jalur pendakian. Bahkan, tak jarang pula ada yang tidak sanggup melanjutkan, tersesat, hingga melewati jalur curam dan terjal. Namun, pendakian tetap menjadi hobi favorit yang seimbang dengan segala perjuangan.
’’Pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak. Tapi, tentang menikmati setiap momen dalam perjalanannya. Setiap pemandangan dan nafas merupakan bagian dari petualangan,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari