Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Angkutan Pelajar Gratis, Terobosan sekaligus Tantangan Memperkuat Konektivitas Transportasi Publik di Bojonegoro

Hakam Alghivari • Senin, 2 Juni 2025 | 18:06 WIB
Photo
Photo

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan langkah inovatif dalam membenahi transportasi publik demi mendukung pembangunan inklusif. Salah satu gebrakan teranyar yang menyita perhatian adalah Program Angkutan Pelajar Gratis yang telah resmi berjalan sejak akhir 2024. Tak hanya menjawab kebutuhan mobilitas para pelajar, program ini juga berdampak besar dalam menekan angka kecelakaan dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7,4 miliar dari APBD 2025, program ini mengoperasikan 91 armada Mobil Penumpang Umum (MPU) yang setiap harinya melayani kurang lebih 1.500 pelajar di berbagai rute utama. Jalur layanan mencakup kawasan strategis seperti Bojonegoro–Baureno, Bojonegoro–Padangan, Bojonegoro–Temayang, serta wilayah perkotaan Bojonegoro. Kehadiran layanan ini bukan hanya membantu siswa dari keluarga prasejahtera, namun juga memberikan rasa aman dan nyaman dalam perjalanan menuju sekolah.

Dampaknya terasa nyata. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan dan Polres Bojonegoro, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan tajam. Pada tahun 2023, tercatat 615 kasus kecelakaan, sementara di tahun 2024, jumlahnya turun drastis menjadi 339 kasus—penurunan hingga 55 persen. Ini menunjukkan bahwa penyediaan transportasi publik yang layak dan aman benar-benar dapat menyelamatkan nyawa.

Tak hanya sektor keselamatan, ekonomi lokal pun ikut bergairah. MPU yang sebelumnya sepi penumpang kini kembali beroperasi penuh. Para sopir dan pemilik kendaraan yang sebelumnya kesulitan mencari penghasilan, kini mendapat kepastian kerja. Aktivitas di terminal meningkat, warung-warung sekitar kembali ramai, dan sektor informal mendapat suntikan semangat.

Namun, Pemkab Bojonegoro tak bisa berpuas diri. Konektivitas transportasi publik di kota yang dikenal sebagai Kota Ledre ini masih menyisakan tantangan. Masih banyak destinasi wisata unggulan seperti Kayangan Api, Waduk Pacal, dan Texas Wonocolo yang belum terjangkau transportasi umum secara memadai. Padahal, pariwisata adalah sektor potensial yang bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Ketersediaan angkutan umum menuju tempat-tempat tersebut bisa membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan UMKM sekitar, dan menarik minat wisatawan dari luar daerah.

Konektivitas antar kecamatan pun masih memerlukan sentuhan serius. Banyak warga di daerah pinggiran seperti Tambakrejo, Kasiman, dan Kepohbaru yang kesulitan mengakses transportasi umum untuk aktivitas harian. Idealnya, penguatan jaringan trayek MPU ataupun bus mini dapat menjadi solusi jangka menengah.

Untuk transportasi ke luar kota, Bojonegoro telah cukup terlayani oleh jalur kereta api. Dari Stasiun Bojonegoro, masyarakat bisa menjangkau kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Malang, Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta. Namun, layanan bus antarkota dinilai masih terbatas. Saat ini, operasional bus dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro hanya tersedia hingga pukul 20.00. Setelah itu, warga yang ingin ke Surabaya atau kota lain harus mencari alternatif lain atau menunggu pagi.

Padahal, Bojonegoro merupakan basis perusahaan bus swasta seperti Dali Mas, Rajawali Indah, Dali Prima, dll yang telah lama menjadi bagian penting dalam ekosistem transportasi Jawa Timur. Pengembangan trayek malam hari tidak hanya memberikan layanan maksimal bagi warga, tapi juga memperluas peluang kerja dan mendorong perputaran ekonomi daerah.

Dengan fondasi kuat yang sudah dibangun, termasuk Program Angkutan Pelajar Gratis, kini Bojonegoro hanya perlu melanjutkan langkah progresifnya. Inovasi transportasi yang inklusif, aman, dan terjangkau bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warganya. (feb)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#Gratis #pemkab bojonegoro #Siswa #program #Angkutan Pelajar