Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Takut Atap Roboh, Siswa TK Pertiwi 2 Jepon Diliburkan di Musim Hujan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 21 Februari 2025 | 20:01 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi plafon ruang kelas TK Pertiwi 2 Jepon memprihatinkan. Rawan ambrol saat musim hujan. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi plafon ruang kelas TK Pertiwi 2 Jepon memprihatinkan. Rawan ambrol saat musim hujan. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro – Ruang kelas rusak parah, siswa TK Pertiwi 2 Jepon terpaksa diliburkan saat musim hujan. Sebab, takut atap sekolah roboh. Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, dua ruang kelas di sekolah itu memang memprihatinkan.

Ruang kelas A, bahkan tak lagi memiliki plafon. Semua sudah ambrol. Kemudian, atap gedung hanya asbes. Sehingga, bocor saat hujan. Tak hanya itu, bangunan gedung retak sampai tiga meter. Nyaris roboh.

Sementara, di kelas B, beberapa plafon sudah ambrol. Lainnya, sudah retak-retak. Pun begitu dengan tembok yang juga retak. Kepala TK Pertiwi 2 Jepon Riska Kiki menjelaskan, kerusakan sekolah sudah empat tahun ini. Namun, makin parah sejak tahun lalu.

Lantaran gedung A, plafon dan atapnya ambrol. Beruntung saat kejadian tak menimpa siswa. Karena bertepatan libur. Atas kejadian itu, pihak sekolah terpaksa meliburkan siswa saat musim hujan.

’’Usaha dari kami, sudah meminta bantuan ke lurah, DPRD, juga dinas. Namun, sampai sekarang sama sekali tidak ada bantuan,” tuturnya. Ia akui, pada 2021 lalu ada pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Blora menghubungi dijanjikan perbaikan sekolah.

Namun, hingga kini, tak ada realisasi. ’’Tahun lalu, kami juga sudah melaporkan kerusakan di dapodik,” imbuhnya. Pihaknya bahkan kembali menghubungi dinas pendidikan, tetapi tetap saja nihil. Lantaran tak ada anggaran.

Sementara itu, Mantan Kepala TK tersebut Indriyati sebut kondisi sekolah tersebut memang sangat memprihatinkan. Terlebih, dirinya merasa gagal saat dirinya masih mengemban tugas belum bisa memperbaiki nasib sekolah tersebut. 

’’Sampai saya pensiun pun saya kasihan lihat sekolah ini. Merasa belum sempat memperjuangkan hak-hak anak-anak tersebut,”: ujarnya. Ia juga mengatakan, gedung sekolah yang sudah tua menjadi hal serius karena takut ada anak-anak yang menjadi korban.

Lantaran kondisi bangunan gedung yang kurang layak serta material bangunan cukup memprihatinkan. ’’Waktu saya masih belum pensiun itu sudah coba lobi sana-sini. Tapi dioper-oper. Di disdik tidak ada anggaran. Disuruh carikan aspirasi dari dewan. Juga belum ada hasilnya. Untuk itu, kami harap setelah ini bisa dibantu perbaikan,” pungkasnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#DPRD #ambrol #Dinas Pendidikan #Disdik Blora #Plafon #jepon #atap #Disdik #TK Pertiwi #ruang kelas #gedung sekolah #Sekolah #blora