SURABAYA, Radar Bojonegoro - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak berhasil mengakhiri penampilan debat pamungkas Pilgub Jatim 2024 dengan sukses menyampaikan capaian dan gagasan pembangunan, di Grand City Surabaya, Senin (18/11).
Mengupas tema akselerasi pembangunan infrastruktur, interkoneksitas wilayah dan peningkatan kualitas lingkungan hidup untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai episentrum ekonomi, bahkan keduanya menyatakan siap untuk mewujudkan Provinsi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Paslon nomor urut 2 tampil gemilang pada debat pamungkas Pilgub Jatim 2024. Khofifah-Emil dinilai memiliki kompetensi mumpuni dan pengalaman yang sudah terbukti dan teruji.
Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farhan mengatakan, rekam jejak kinerja Khofifah-Emil pada periode pertama berhasil menghadirkan dampak positif elektoral besar. Keduanya makin jadi pilihan lantaran kinerjanya sudah banyak dirasakan.
Pasangan Khofifah-Emil paling lengkap karena sudah berpengalaman sebagai incumbent. Jadi dibanding dua paslon lainnya,” kata Yusak.
Menurut dia, pasangan petahana ini begitu menguasai setiap materi maupun persoalan yang menjadi tema utama dalam debat. Hal demikian tentunya begitu berhasil memantik dukungan dari banyak kalangan.
Lebih dari itu, dia menilai, menyoal pembangunan infrastruktur, Khofifah-Emil tentu sudah jauh lebih unggul. Lantaran keduanya telah melakukan kerja nyata selama lima tahun menakhodai Pemerintahan Jawa Timur.
Maka demikian, dia mengungkapkan, keterpilihan Khofifah-Emil tentu semakin kuat menjelang waktu pencoblosan. Bahkan turut membuka ruang luas raihan kemenangan untuk melanjutkan kepemimpinan untuk periode yang kedua.
“Saya kira kalau bicara infrastruktur dan interkonektivitas di Jawa Timur bukan hanya berbasis teori tapi sudah pengalaman,” katanya.
Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam debat pamungkas menegaskan, warga Jatim patut bersyukur Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang diberi kewenangan mengelola dua Pelabuhan sekaligus. Yaitu Pelabuhan udara Abdur Rahman Saleh dan juga Pelabuhan laut di Probolinggo, dua provinsi lain baru KSO.
“Kami ingin menyampaikan komitmen kami bahwa program pembangunan infrastruktur di Jatim makin berkemajuan, dan membangun interkoneksitas tidak hanya antar daerah di Jatim tapi juga antara Indonesaia Barat dan Indonesia Timur,” kata Khofifah.
Khofifah berkomitmen membangun interkoneksitas. Saat ini kita sudah memiliki Trans Jatim dengan lima koridor. Dan dalam dua tahun lagi Insya Allah menambah lima koridor lagi untuk Trans Jatim di wilayah Gerbangkertasusila Plus.
“Dan selanjutnya juga akan dikembangkan Bus Trans Jatim untuk wilayah Madiun Raya, Kediri Raya, Malang Raya dan Jember Raya,” imbuh Khofifah.
Menguatkan apa yang disampaikan Khofifah, Emil menegaskan Jatim sekarang di posisi sebagai provinsi penggerak ekonomi nasional, dan penyumbang 22 persen lebih untuk industri manufaktur. Selain itu Jatim saat ini adalah lumbung pangan nasional.
“Maka sebagai provinsi pusat industri dan pusat pangan, maka konektivitas Jatim dengan pulau pulau yang ada di luar Jawa maupun di internal Jatim harus dilakukan. Karena Jatim sangat berpotensi menjadi pusat logistic,” tegas Emil.
Pun di tengah pemerintah pusat yang tengah aktif mengembangkan IKN untuk mengakselerasi Indonesia Timur. Dengan posisi Jatim sebagai provinsi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia, pusat industri dan perdagangan nasional, pihaknya berkomitmen untuk mendukung itu.
“Jatim senantiasa siap untuk wujudkan jatim sebagai gerbang baru nusantara,” pungkas Emil. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana