RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Calon Bupati Bojonegoro nomor urut 2, Setyo Wahono berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Hal ini dalam rangka menciptakan pembangunan berkelanjutan di Bojonegoro.
Setyo Wahono mengungkapkan, jika mendapat kepercayaan memimpin Bojonegoro lima tahun kedepan, pihaknya akan membentuk satuan tugas (Satgas) pembangunan berbasis collaborative government (pemerintahan yang bersinergi). Ia akan bertekad melakukan pembangunan Bojonegoro melalui tata kelola pemerintahan berbasis kolaborasi.
"Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Satgas ini akan menjadi wadah bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan Bojonegoro yang membanggakan," ujar Wahono, Sabtu (9/11/2024).
Cabup Setyo Wahono menjelaskan, pembangunan Bojonegoro harus dilakukan dengan cara partisipatif berbasis collaborative government dengan cara melibatkan berbagai pihak. Sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang demokratis, partisipatif dan inovatif.
Lebih lanjut kata Wahono, sebagai daerah berkemajuan dan memiliki potensi yang besar, Bojonegoro tak bisa dibangun dengan konsep otoriter dan anti-komunikatif. Namun, harus dilakukan pembangunan yang berbasis pada prinsip kolaboratif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Dengan melibatkan berbagai stakeholder, kami berharap dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih tepat dan efektif, serta mempercepat realisasi program-program pembangunan,” paparnya.
Satgas ini direncanakan akan melibatkan perwakilan dari berbagai sektor, termasuk masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Sehingga setiap suara dapat didengar dan diakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.
“Untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, kita perlu sinergi antara berbagai pihak. Kolaborasi ini akan memperkuat program-program yang ada dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana